Warga Pertanyakan Kelanjutan Kasus Penyegelan SPBE Pelangsian yang Kini Senyap

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi penyegelan SPBE di Kotim.

SAMPIT – Masyarakat mempertanyakan perkembangan kasus penyegelan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Niaga Jaya Makmur di Pelangsian Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Timur (Kotim) beberapa bulan lalu sempat viral.

Tokoh muda Sampit, Anton Sudani menilai ketika penyegelan dulu mencuat ramai sekali di berbagai media massa maupun media sosial, namun kemudian hingga saat ini mulai senyap.

“Masyarakat tentunya bertanya-tanya bagaimana perkembangan kasus ini lanjut atau tidak,” Anton, Kamis 14 Mei 2026.

Diketahui kasus ini menyita perhatian masyarakat, penggerebekan dilakukan oleh Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda bersama Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kotim pada 11 Februari 2026 lalu.

Ia menegaskan bahwa sangat wajar publik mempertanyakan keseriusan penanganan kasus tersebut karena menyangkut hak masyarakat kecil pengguna gas subsidi.

Sekitar 80 tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram ditemukan yang diduga tidak sesuai takaran yaitu isinya hanya berkisar 2,7 hingga 2,8 kilogram.

Setelah sidak beberapa jam, area pengisian SPBE itu langsung dipasangi garis polisi dan operasional dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan.

Namun setelah itu, perkembangan kasus tersebut seolah menghilang. Belum ada informasi terbuka ke publik terkait hasil penyelidikan maupun kemungkinan penetapan tersangka.

Untuk itu ia menegaskan kasus dugaan pengurangan isi tabung elpiji subsidi bukan persoalan kecil karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Ini bukan perkara kecil, jika kasus pengurangan elpiji ini masih ada, maka masyarakat yang dirugikan terus-menerus,” ujarnya.

Anton meminta Polda Kalteng secara terbuka menyampaikan perkembangan penanganan kasus agar tidak menimbulkan asumsi liar di masyarakat.

“Masyarakat ingin kepastian karena mereka yang menjadi korban, keterbukaan informasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan tetap terjaga,” tambahnya.

Diharapkan perkembangan kasus tersebut disampaikan kepada publik, mangan sampai masyarakat menilai kasus seperti ini hanya ramai di awal namun tak ada kejelasan. (Nardi)

baca juga ...  Tambang Emas Ilegal Serobot Kawasan Konservasi di HGU Perusahaan Sawit, Perusahaan Dinilai Tutup Mata
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!