PULANG PISAU – Kondisi banjir yang melanda Desa Bukit Liti dan Kelurahan Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, mulai menunjukkan tanda-tanda surut setelah sebelumnya merendam permukiman warga dan mengganggu akses transportasi masyarakat. Dalam penanganan darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau turut mengevakuasi warga rentan ke lokasi yang lebih aman, Rabu 20 Mei 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Sinohitu menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih tiga hari dua malam secara berturut-turut. Kondisi itu menyebabkan debit air meningkat dan meluap hingga masuk ke kawasan permukiman masyarakat serta ruas jalan utama desa.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim BPBD di lapangan, genangan banjir terjadi di beberapa titik dengan ketinggian air bervariasi. Pada ruas jalan lintas desa, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 70 hingga 80 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 250 meter. Sementara di jalan poros desa, air menggenangi sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian berkisar 25 sampai 40 sentimeter.
“Selain merendam jalan, banjir juga berdampak pada rumah warga dan aktivitas masyarakat. Ada warga yang memilih mengungsi mandiri ke tempat lebih aman karena khawatir debit air kembali meningkat,” ujar Sinohitu saat memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi banjir di Kecamatan Kahayan Tengah.
Ia menyebutkan, di Desa Bukit Liti tercatat sebanyak 3 kepala keluarga atau 13 jiwa terdampak banjir, dengan tiga unit rumah terendam dan satu bangunan warung mengalami kerusakan sedang. Sedangkan di Kelurahan Bukit Rawi, BPBD bersama tim gabungan melakukan evakuasi terhadap lima warga yang terdiri dari dua lansia, satu orang dewasa dan dua anak-anak. Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada kandang ternak milik masyarakat.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Pulang Pisau bersama BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, terutama bagi keluarga yang dapur rumahnya masih terendam air. Petugas juga memasang papan imbauan di lokasi banjir guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, termasuk mengarahkan pengendara roda dua memanfaatkan feri darurat milik warga agar lebih aman saat melintas.
Sinohitu menambahkan, banjir yang berulang di kawasan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah desa diharapkan dapat mengusulkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir seperti peninggian badan jalan dan pembuatan drainase menuju Sungai Maluku sebagai anak Sungai Kahayan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi bersama pihak PUPR dan Balai Jalan Nasional juga penting dilakukan agar penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi berkelanjutan demi mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (denny)












