SAMPIT – Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong, menanggapi sorotan publik terkait proyek pengecatan jalan berwarna biru di ruas jalan protokol Kota Palangka Raya yang mulai mengelupas setelah diguyur hujan.
Saat dimintai tanggapan oleh wartawan mengenai keluhan masyarakat atas kondisi cat jalan yang cepat luntur tersebut, Arton memberikan jawaban singkat.
“Sudahlah, saudara ini mau jadi provokator aja,” ujarnya sembari meninggalkan kerumunan, Selasa 19 Mei 2026.
Pernyataan itu disampaikan di tengah ramainya kritik masyarakat terhadap proyek pengecatan jalan yang menjadi bagian dari penataan kawasan ibu kota provinsi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kalteng.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, juga telah menyoroti pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, terdapat indikasi pola kerja asal bapak senang (ABS) dalam pengerjaan pengecatan jalan karena kurangnya pengawasan langsung di lapangan.
“Kami lihat OPD-nya ABS kayaknya, dia perintah anak buahnya, dia tidak kontrol ke lapangan,” kata Agustiar saat jumpa pers di Palangka Raya.
Ia mengaku kecewa karena tujuan proyek untuk mempercantik wajah Kota Palangka Raya justru memunculkan kritik dari masyarakat setelah cat di sejumlah ruas jalan mulai memudar dan mengelupas.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Agustiar, telah meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Saat ini pemerintah mempertimbangkan dua opsi, yakni menghentikan proyek dan menempuh jalur hukum atau melanjutkan pekerjaan dengan tetap melakukan evaluasi terhadap pihak pelaksana.
Menurut Agustiar, opsi yang sementara dipilih adalah melanjutkan proyek sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari Inspektorat.
Adapun ruas jalan yang telah dicat biru berada di sejumlah titik strategis Kota Palangka Raya, antara lain kawasan Bundaran Besar, Jalan Imam Bonjol, Bundaran Kecil, Jalan RTA Milono, Jalan Yos Sudarso, Jalan Thamrin, Jalan G. Obos, Jalan D.I. Panjaitan hingga Jalan Katamso. (Nardi)












