PULANG PISAU – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan tepatnya di kawasan Jembatan Layang Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Insiden tabrakan beruntun yang melibatkan tiga dump truk dan satu truk tronton itu menyebabkan seorang sopir meninggal dunia di lokasi kejadian setelah kendaraan yang dikemudikannya mengalami benturan keras.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Pulang Pisau melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Pulang Pisau, Ipda Hendra, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurut Hendra, kecelakaan bermula ketika tiga dump truk Mitsubishi warna kuning berhenti di badan jalan sebelah kiri dari arah Banjarmasin menuju Palangka Raya. Ketiga kendaraan tersebut masing-masing bernomor polisi DA 8610 TPC, DA 8040 BV dan DA 8476 BO.
“Ketiga dump truk sedang parkir di atas Jembatan Layang Tumbang Nusa dengan lampu hazard menyala,” ujar Hendra.
Di saat bersamaan, sebuah light truck tronton warna hijau bernomor polisi KH 8331 TN datang dari arah belakang. Diduga karena jarak yang terlalu dekat dan kondisi ruas jalan di atas jembatan cukup sempit, truk tronton tersebut tidak sempat menghindar hingga akhirnya menabrak bagian belakang dump truk DA 8476 BO.
Benturan keras membuat dump truk yang berada di depan terdorong dan menghantam kendaraan lain yang juga sedang parkir. Rangkaian tabrakan itu kemudian melibatkan dump truk DA 8040 BV dan dump truk DA 8610 TPC. Akibat insiden tersebut, sopir dump truk DA 8040 BV berinisial MS dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian karena mengalami luka berat.
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan itu juga menyebabkan seluruh kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan truk tronton. Proses evakuasi sempat membuat arus lalu lintas di sekitar jembatan layang tersendat lantaran posisi kendaraan menutup sebagian badan jalan.
Usai kejadian, petugas Satlantas Polres Pulang Pisau bersama warga langsung mengevakuasi korban ke RS Kalampangan serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, sementara masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat melintas di jalur Trans Kalimantan, khususnya di kawasan rawan kecelakaan dan jembatan layang. (denny)












