Pengakuan Nandar Manusia Silver: Warga Pangkalan Bun Baik Hati 

MAN/BERITASAMPIT - Nandar si Manusia Silver, saat bereaksi di Simpang Tiga Lampu Merah depan Gereja Pangkalan Bun.

PANGKALAN BUN – Nandar (20) salah seorang Manusia Silver (yang seluruh tubuhnya dicat warna perak/silver), mengaku tidak menyangka warga Kota Pangkalan Bun, khususnya yang mengendarai Motor dan Mobil, banyak yang baik hati dengan memberi “Saweran“.

“Betul Pak, karena di setiap perapatan lampu merah hanya warga yang mengendarai motor dan mobil, tidak ada yang jalan kaki. Jadi saya terpaksa lalu-lalang mengambil uang saweran dari pengendara  motor dan mobil saat berhenti di perampatan, tapi ada juga yang lansung manggil dari pintu kaca mobil dan memberi uang,“ ucap Nandar, saat di jumpai Berita Sampit, Minggu 24 Mei 2026, di depan Gereja Simpang Tiga Lampu Merah, Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, (Kobar).

Menurut Nandar, dia jauh-jauh dari Jawa datang ke Pangkalan Bun mencoba mencari saweran, karena di beberapa kota di Jawa apalagi di DKI Jakarta, semua pengamen yang praktek bergaya pengamen di razia, termasuk Manusia Silver.

Dijelaskan Nandar, di negara Barat/Eropa, banyak yang mengagumi Manusia Silver, karena mereka beranggapan Manusia Silver adalah seorang seniman jalanan yang mengecat seluruh badan atau baju dan celannya, dengan cat warna perak/silver.

Setelah seluruh tubuhnya di cat, kemudin mereka mencari lokasi di jalur atau trotoar yang ramai dilewati dan mereka akan berpose bagai patung.

“Kalau ada orang yang lewat ngasih uang, baru bergerak perlahan. Itu  namanya Manusia Silver di Eropah. Kalau Manusia Silver di Indonesia seperti saya hari ini  di jalan raya  justru tidak beraction mirip dengan patung, karena orang jalan kaki engga ada. Yah dari pada engga dapat duit saya beraction langsung mendekat pengendara motor atau mobil saat mereka berhenti di lampu merah menanti berganti lampu hijau. Alhamdullilah Pak cukup lumayan, karena pada umumnya mereka yang mengendari motor mobil banyak yang memberi uang recehan, tapi ada juga yang  mengasih uang lembaran 50 ribuan,“ ungkap Nandar. (man)

baca juga ...  Pertama di Kalteng, Kobar Luncurkan Aplikasi E Sakip
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!