Bupati Kotim Resmikan Relawan Pemadam Kebakaran MHU dan MHS

NARDI/BERITASAMPIT - Peresmian relawan pemadam kebakaran Redkar Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan di halaman Kantor Bupati Kotim.

SAMPIT – Bupati Kabupaten (Kotim) Halikinnor meresmikan relawan pemadam kebakaran (Redkar) Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin 1 Juni 2026.

Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan Upacara Hari Lahir Pancasila dan apel siaga Sensus Ekonomi 2026.

Halikinnor menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan Redkar sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan kebakaran dan bencana di wilayah Kotim.

“Luasnya wilayah Kotim dengan ancaman kebakaran permukiman serta lahan menuntut kesiapsiagaan tinggi. Redkar adalah mitra strategis dan garda terdepan dalam tindakan awal penanggulangan bencana,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Redkar dapat memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat sekaligus membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan.

Menurut Halikinnor, keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan kebakaran menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan di lapangan, khususnya di wilayah rawan kebakaran.

“Terima kasih kepada para relawan atas jiwa kemanusiaan dan semangat mulianya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim A Taufik mengatakan relawan di Mentaya Hilir Utara berjumlah sekitar 32 orang, sedangkan relawan di Mentaya Hilir Selatan atau Semuda sebanyak kurang lebih 40 orang.

Taufik menyampaikan keberadaan relawan damkar sangat penting untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan di lapangan.

“Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sebagai pembina dan pengayom kepada relawan, mari sama-sama agar bisa bekerja dengan baik membantu masyarakat dan pemerintah dalam pemadaman api serta penyelamatan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan utama pembentukan relawan damkar adalah agar penanganan awal kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sebelum petugas Damkar Kotim tiba di lokasi.

“Supaya nanti api dapat dipadamkan dengan cepat dan membantu juga masyarakat terhadap penyelamatan,” jelasnya.

Menghadapi musim kemarau, Taufik memastikan para relawan juga akan dilibatkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Dalam mengantisipasi musim kemarau yang akan datang, rekan-rekan kita akan membantu di beberapa kecamatan yang telah ada Redkar. Saat ini sudah ada di enam kecamatan dan akan ditugaskan membantu pemadaman api,” katanya.

Untuk menunjang tugas relawan, pihaknya juga telah menyalurkan sejumlah bantuan perlengkapan seperti selang pemadam, pakaian kerja hingga alat pelindung diri (APD).

“Sementara ini mereka mendapat bantuan dari kita, antara lain selang pemadam, pakaian dan APD supaya mereka bisa bekerja dengan baik di lapangan,” ucapnya.

Taufik menambahkan, saat ini jumlah Redkar di Kotim mencapai sekitar 250 orang yang tersebar di enam kecamatan. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Menurut standar pelayanan minimal dengan luas wilayah Kotim yang besar dan terdiri dari 17 kecamatan, kebutuhan Redkar kurang lebih sekitar 1.000 orang,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pembentukan relawan damkar secara bertahap di kecamatan yang belum memiliki Redkar.

Ia mengakui selama ini peran relawan sangat membantu dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan.

“Peran mereka sangat terasa karena mereka adalah mitra strategis kita dalam membantu pemadaman kebakaran maupun penyelamatan di lapangan,” tuturnya. (Nardi)


baca juga ...  Bupati Kotim Akui Pengangguran dan Kemiskinan Masih Jadi Tantangan Pembangunan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!