LAMANDAU – Harga Elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah desa di Kabupaten Lamandau melonjak hingga Rp60 ribu per tabung.
Warga menduga tingginya harga dan kelangkaan gas melon tersebut dipicu oleh pembelian dalam jumlah besar oleh sejumlah warung di perusahaan, sehingga pasokan untuk masyarakat semakin terbatas.
Kelangkaan Elpiji 3 kilogram kembali menjadi keluhan masyarakat. Dalam beberapa pekan terakhir, harga gas subsidi yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp25 ribu per tabung justru melambung hingga lebih dari dua kali lipat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lonjakan harga tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, tetapi juga merata hingga ke desa–desa.
Di Kelurahan Bulik, LPG subsidi dijual sekitar Rp40 ribu per tabung. Sementara di Desa Penopa dan Desa Cuhai, harga mencapai Rp60 ribu per tabung.
Kondisi serupa terjadi di Desa Kawa dengan harga sekitar Rp50 ribu per tabung. Sedangkan di wilayah Sungai Tuat, masyarakat harus merogoh kocek antara Rp55 ribu hingga Rp60 ribu untuk mendapatkan satu tabung LPG 3 kilogram.
Seorang warga Nanga Bulik Dini mengatakan tingginya harga Elpiji subsidi bukan persoalan baru.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terus berulang ketika pasokan mulai berkurang.
“Sebenarnya sudah lama mengeluhkan harga gas yang tinggi. Kalau barang susah dicari, harga langsung naik,” ujarnya. Senin 1 Juni 2026.
Selain faktor distribusi dan kelangkaan, dirinya juga menyoroti dugaan pembelian LPG subsidi dalam jumlah besar oleh sejumlah besar.
Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan, Elpiji 3 kilogram untuk kebutuhan perusahaan dibeli dengan harga berkisar Rp60 ribu hingga Rp62 ribu per tabung. Bahkan sebagian transaksi disebut dilakukan secara kredit atau bon hingga puluhan tabung sekaligus.
Praktik tersebut diduga ikut mempengaruhi ketersediaan Elpiji subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro.
Dengan selisih harga yang cukup jauh dari HET, warga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait turun tangan melakukan pengawasan distribusi Elpiji subsidi agar tepat sasaran. (andre)












