Kelangkaan Elpiji Bersubsidi di Nanga Bulik Kembali Dikeluhkan, Warga Terpaksa Beli di Atas HET

ANDRE/BERITASAMPIT - Warga menunjukkan tabung Elpiji 3 kilogram yang sulit ditemukan di Kota Nanga Bulik.

– Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Kabupaten dalam dua pekan terakhir. 

Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi di pangkalan sehingga terpaksa membeli di pengecer dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga Elpiji 3 kg di sejumlah warung berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per tabung. 

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena semakin membebani kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Salah seorang ibu rumah tangga di Nanga Bulik, Dini (28), mengaku harga Elpiji yang dibelinya sudah tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Harganya tidak sesuai HET. Di warung bisa Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per tabung,” kata Dini, Senin 1 Juni 2026.

Keluhan serupa disampaikan Ross (34), pemilik warung makan di Nanga Bulik. Menurutnya, harga Elpiji di tingkat pengecer cenderung tetap tinggi meski pasokan tersedia.

“Satu minggu kemarin harga Elpiji sempat naik sampai Rp40 ribu. Kalau mudah dicari paling turun jadi Rp37 ribu,” ujarnya.

Padahal berdasarkan surat edaran yang berlaku di Kabupaten , HET LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp25 ribu per tabung.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan distribusi LPG subsidi agar pasokan kembali normal dan harga sesuai ketentuan.

Hingga saat ini, masyarakat mengaku masih kesulitan menemukan Elpiji subsidi di sejumlah pangkalan, sementara harga di tingkat pengecer terus bertahan di atas HET. (andre)

baca juga ...  Polres Lamandau Kerahkan 60 Personel untuk Pengamanan Putusan MK
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!