PALANGKA RAYA – Harga cabai rawit di Pasar Besar Palangka Raya mengalami penurunan hingga Rp15 ribu per kilogram pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Penurunan harga tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pembeli di pasar.
Pedagang cabai, Sukarti (52), mengatakan harga cabai rawit yang sebelumnya berada di atas Rp100 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp85 ribu per kilogram.
“Hari ini saja baru turun, kemarin mencapai ratusan,” katanya saat ditemui Berita Sampit di lapaknya, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Sukarti, harga cabai merupakan komoditas yang fluktuatif sehingga perubahan harga kerap terjadi dalam waktu singkat.
“Turun jadi Rp85 ribu, kemarin naiknya sampai Rp110 ribu. Naik turun harga cabai tidak menentu, sekarang turun lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, turunnya harga cabai rawit membuat jumlah pembeli meningkat dibandingkan saat harga masih tinggi.
“Kalau harga turun banyak pembeli, kalau naik orang lari. Alhamdulillah karena turun ini ramai orang beli cabai,” katanya.
Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Mufidah (35), mengatakan harga cabai rawit mulai turun setelah sebelumnya sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram pasca Idul Adha.
“Lombok turun sudah, Rp85 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurut Mufidah, setelah Hari Raya Idul Adha harga cabai rawit dijual di kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
“Habis Hari Raya kemarin harga ada yang Rp100 ribu, Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram,” katanya.
Meski harga mulai turun, Mufidah menilai inflasi masih memengaruhi daya beli masyarakat. Pelanggan tetap datang berbelanja, namun jumlah pembelian cenderung lebih sedikit dibandingkan biasanya.
“Ada dampaknya. Orang berkurang belinya. Pelanggan tetap ada, tapi permintaan berkurang. Misalnya beli satu kilogram jadi setengah kilogram saja. Terdampak juga karena inflasi,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS Kalteng, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (month-to-month) dan 4,56 persen secara tahunan (year-on-year).
(Sya'ban)












