Diskominfo Kotim Bentuk Forum Literasi Digital dan Keamanan Informasi

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana pembentukan Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi di Ruang Media Center Diskominfo Kotim.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membentuk Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Media Center Diskominfo Kotim, Senin 25 Mei 2026.

Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem digital yang tidak hanya ditunjang oleh infrastruktur, tetapi juga didukung kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas dan produktif.

Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi mengatakan, saat ini tantangan pembangunan digital tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan jaringan dan fasilitas teknologi informasi, melainkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menggunakan teknologi secara optimal.

“Sekarang tantangan utamanya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi bagaimana membangun kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman dan produktif,” ujarnya.

Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2025, Kotim mencatat nilai infrastruktur dan ekosistem digital sebesar 55,49. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Kalteng yang berada pada angka 52,41 maupun sebesar 53,06.

Meski demikian, pada aspek pemberdayaan digital masyarakat, Kotim masih menghadapi tantangan cukup besar. Nilai pemberdayaan digital hanya mencapai 34,03, lebih rendah dibandingkan Kalteng yang memperoleh nilai 38,76. Begitu pula pada indikator literasi digital, Kotim mencatat skor 52,73, masih berada di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 54,55.

“Kotim unggul di infrastruktur digital, tapi menghadapi kesenjangan serius di aspek pemberdayaan masyarakat. Ini yang harus kita kejar bersama,” tegas Umar.

Menurutnya, forum koordinasi tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor agar berbagai program literasi digital yang selama ini berjalan dapat terintegrasi dengan lebih baik. Unsur pendidikan, , UMKM, pemerintah , akademisi hingga komunitas akan dilibatkan dalam upaya meningkatkan kemampuan digital masyarakat.

baca juga ...  Hati-Hati Penipuan! Dinkes Kotim Tegaskan Abate Gratis di Puskesmas

“Forum ini bukan sekadar seremoni, tapi komitmen bersama membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengukuran IMDI 2025, Kabupaten Kotim memperoleh nilai 46,52 dan masuk dalam kategori “cukup”. Capaian tersebut menempatkan Kotim di peringkat ketujuh dari 14 kabupaten/kota di Kalteng.

Ia menilai perkembangan ruang digital saat ini semakin kompleks, sementara berbagai program literasi digital masih berjalan secara parsial dan belum terkoordinasi secara optimal.

“Karena itu perlu kolaborasi lintas sektor atau pentahelix agar hasilnya lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

Forum yang dibentuk tersebut nantinya akan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media serta relawan digital. 

Sejumlah program prioritas juga telah disiapkan untuk periode 2026–2027, meliputi pendidikan digital, pemberdayaan masyarakat, keamanan digital, pengembangan ekonomi digital, inovasi teknologi serta ekonomi digital daerah, terwujudnya masyarakat yang cerdas, aman, dan berdaya di ruang digital.

Melalui sinergi berbagai pihak, pemerintah daerah berharap program literasi digital dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!