SAMPIT – Lembaga DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut rencana penanganan permanen Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono masih dilakukan kajian teknis mendalam. Saat ini pemerintah daerah masih fokus melakukan perbaikan lantai jembatan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani, mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung dengan anggaran sekitar Rp397 juta bukan merupakan rehabilitasi total, melainkan sebatas penggantian lantai jembatan yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, apabila dilakukan pembangunan ulang atau rehabilitasi menyeluruh, anggaran yang dibutuhkan jauh lebih besar dan diperkirakan mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
“Untuk rehabilitasi total tentu harus melalui kajian terlebih dahulu, termasuk mengecek kondisi konstruksi bawah jembatan, spesifikasi material yang digunakan, kapasitas daya dukung, hingga riwayat pembangunan jembatan tersebut,” kata Mariani.
Ia menjelaskan, keputusan untuk membangun ulang jembatan harus didasarkan pada hasil kajian teknis yang komprehensif. Kajian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan apakah jembatan cukup direhabilitasi atau harus dibangun kembali secara permanen.
“Apakah nanti dibangun berjajar dua jembatan, atau setelah jadi sebelahnya kemudian dibongkar yang lama itu perlu kajian,” ungkap politisi Golkar ini.
Mariani juga menyoroti tingginya beban kendaraan yang melintasi jembatan tersebut. Menurutnya, tidak sedikit kendaraan angkutan kayu dengan muatan puluhan ton yang menggunakan akses itu sehingga berpotensi mempercepat penurunan kondisi jembatan.
“Beban kendaraan yang melintas juga harus menjadi perhatian. Karena itu perlu evaluasi menyeluruh agar langkah yang diambil benar-benar tepat dan jembatan bisa digunakan dengan aman dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kendaraan berat tak melintas di jembatan tersebut, pemerintah daerah juga sudah melarang hal ini juga menjaga kondisi jembatan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mulai melakukan rehabilitasi lantai Jembatan Patah dengan membongkar seluruh papan lantai lama dan menggantinya dengan material baru. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari.
Kondisi Jembatan Kapten Mulyono selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan. Sejumlah kecelakaan pernah terjadi di kawasan tersebut, termasuk pengendara yang terjatuh akibat kondisi lantai jembatan yang rusak dan tidak rata.
DPRD berharap kajian yang sedang berjalan dapat menghasilkan solusi jangka panjang sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin dan persoalan Jembatan Patah tidak terus berulang setiap tahun. (Nardi)












