Rakornis SMK Go Global 2026: KP2MI Perkuat Sinergi & Akselerasi Penempatan Pekerja Migran Terampil

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, secara resmi membuka dan memberikan arahan strategis pada agenda Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pelaksanaan SMK Go Global serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SMK Go Global.

JAKARTA— Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, secara resmi membuka dan memberikan arahan strategis pada agenda Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pelaksanaan SMK Go Global serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SMK Go Global.

Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Garuda Lantai 6, Hotel Grand Mercure Jakarta Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Menteri Mukhtarudin didampingi Wamen Christina Aryani, Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla, Sekjend KP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Inspektur Jenderal Komjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga, beserta pejabat KP2Mi seluruh Kepala BP3MI yang hadir secara daring.

Dalam penyampaiannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan program direktif prioritas Presiden Prabowo Subianto (Quick Win) yang dirancang khusus untuk menjembatani lulusan pendidikan vokasi dengan peluang kerja formal dan profesional di pasar global.

Program ini menargetkan penyiapan serta penempatan sebanyak 500.000 tenaga kerja terampil dan tersertifikasi secara bertahap dalam kurun waktu 2026 hingga 2029.

Menteri P2MI Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa SMK Go Global bukan sekadar program penempatan kerja luar negeri biasa, melainkan langkah transformatif negara dalam meningkatkan martabat dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

Pemerintah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mengubah paradigma dari pengiriman tenaga kerja non-terampil menjadi penyedia Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan bersertifikasi global. Memasuki paruh kedua tahun 2026, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menginstruksikan seluruh jajaran di 23 wilayah kerja Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk bergerak cepat.

Pada pelaksanaan tahun 2026, program ini menargetkan 40.000 peserta pelatihan baik lulusan SMK maupun masyarakat umum yang terbagi ke dalam 2.000 kelas pelatihan dengan fokus pada peningkatan kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing, serta sertifikasi standar .

baca juga ...  Hari Lahir Pancasila 2026: Menteri Mukhtarudin Ajak Pekerja Migran Bawa Karakter Bangsa ke Panggung Global

Adapun target penempatan secara menyeluruh mencakup 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum ke berbagai negara tujuan strategis, antara lain Jepang (200.000 kuota total), Jerman (70.000), Korea Selatan (35.000), Malaysia, Turki, Singapura, Kawasan Eropa, Australia, Taiwan, dan Maladewa. Sektor jabatan terampil yang disasar meliputi caregiver/careworker, welder, hospitality, nurse, truck driver, konstruksi, manufaktur, hingga sektor kelautan.

Untuk memastikan keberhasilan program di lapangan, Menteri Mukhtarudin menyampaikan enam arahan penting kepada para PPK dan pengelola program untuk menjadikan tahun 2026 sebagai fondasi kokoh pelaksanaan, menerapkan prinsip goal-oriented.

“Prinsipnya goal oriented, orientasi kita pada hasil, menyelaraskan pemahaman di seluruh unit kerja, memastikan kesiapan daerah dan validasi kuota BP3MI, menjaga integritas serta tata kelola yang bersih, dan memperkuat sinergi lintas sektor,” tandas Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa tugas PPK sangat krusial dalam menjaga akuntabilitas keuangan agar setiap rupiah anggaran berdampak langsung pada peningkatan kualitas para calon pekerja migran.

“Tugas PPK sangat krusial dalam menjamin akuntabilitas keuangan dan ketepatan sasaran program. Jaga integritas, pastikan setiap rupiah anggaran berdampak langsung pada peningkatan kualitas CPMI kita,” tegas Menteri Mukhtarudin.

Setiap alokasi anggaran pelatihan, baik untuk penguatan kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing, maupun pengurusan sertifikasi berstandar global harus membawa perubahan kualitas yang nyata bagi para peserta.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa penilaian keberhasilan program ini sama sekali tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang terserap (outlay), melainkan dari output dan outcome yang dihasilkan.

“Tolok ukur sejati kita adalah melonjaknya kompetensi, meningkatnya daya saing, serta kuatnya pelindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), hingga mereka benar-benar berhasil ditempatkan di pasar kerja secara prosedural, aman, dan bermartabat,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

baca juga ...  Menteri Mukhtarudin di Sanggar Bimbingan Malaysia: Anak Pekerja Migran Adalah Pewaris Masa Depan Bangsa!

(Adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!