Hadapi Puncak Kemarau, Pemkab Perkuat Siaga Karhutla: “Jangan Tunggu Api Membesar”

AHMAD/BERITASAMPIT - Bupati Ahmad Selanorwanda saat mengecek sarana dan prasarana dalam penanganan bencana Karhutla di Kabupaten , Kamis 21 Juli 2026.

KUALA PEMBUANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan membayangi Kabupaten seiring datangnya musim kemarau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan seluruh kekuatan lintas sektor untuk mencegah bencana sebelum api muncul dan meluas.

Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Kabupaten Tahun 2026 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Kantor BPBD, Selasa 21 Juli 2026. Apel melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satgas Karhutla perusahaan, Manggala Agni, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan, apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapan bersama menghadapi potensi Karhutla dan kekeringan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.

“Keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak ditentukan oleh seberapa hebat kita memadamkan api, melainkan dari sedikitnya kejadian kebakaran yang terjadi dan kemampuan kita mencegah api itu muncul,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkab telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026. Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk memastikan seluruh sumber daya dapat digerakkan secara cepat, terarah, dan terpadu ketika potensi bencana muncul.

Terlebih, berdasarkan analisis dan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (), sebagian besar wilayah , termasuk , diprediksi menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sehingga potensi titik panas, Karhutla, dan kekeringan perlu diwaspadai.

“Jangan menunggu api muncul. Jangan menunggu asap terlihat. Jangan menunggu kebakaran meluas. Tetapi bergeraklah sebelum semuanya terjadi,” ujar Ahmad.

Untuk itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap sekecil apa pun agar dapat ditangani sedini mungkin.

Peringatan serupa juga ditujukan kepada perusahaan perkebunan, kehutanan, dan pelaku usaha. Bupati meminta seluruh perusahaan memastikan Satgas Karhutla aktif, peralatan pemadam dalam kondisi siap digunakan, serta embung, sumber air, menara pantau, sekat kanal, dan kendaraan operasional dapat difungsikan sewaktu-waktu.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi. Api tidak mengenal batas dan api tidak mengenal batas konsesi. Karena itu, penanganannya juga harus dilakukan secara terpadu. Kolaborasi bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.

Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, Pemkab juga mendorong peningkatan patroli terpadu, deteksi dini hotspot, serta koordinasi antara pemerintah , kecamatan, perusahaan, BPBD, Manggala Agni, KPHP, TNI, dan Polri.

Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga menggelar Lomba Simulasi Ketangkasan Penanganan Karhutla Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji kesiapan fisik, penguasaan peralatan, kecepatan respons, sekaligus kekompakan tim dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Ahmad menekankan pentingnya penerapan prinsip *early warning* dan *early action*. Setiap hotspot harus segera diverifikasi dan setiap potensi kebakaran harus ditangani sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.

“Kita tidak ingin pengalaman buruk berupa kabut asap, meningkatnya kasus ISPA, terganggunya aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, dan kerusakan lingkungan kembali terjadi,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, relawan, MPA, dan masyarakat untuk bersatu menjaga Kabupaten agar tetap aman dari ancaman Karhutla dan kekeringan.

“Cegah api sebelum menjadi bencana, bergerak cepat, bertindak tepat. Bersama kita wujudkan yang aman bencana, tangguh, dan lestari,” pungkasnya.

(ASY)

baca juga ...  Dorong Produksi Ikan Lokal, Dinas Perikanan Seruyan Serahkan Bantuan Benih dan Pakan ke Pembudidaya
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!