PULANG PISAU – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan arah pembangunan Kabupaten Pulang Pisau harus bertumpu pada keseimbangan antara kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau.
Menurut Agustiar, cita-cita menjadikan Pulang Pisau sebagai daerah yang maju, jaya, dan mandiri hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen daerah mampu menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Pembangunan, kata dia, tidak boleh mengikis nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri masyarakat.
“Harapan kita, Pulang Pisau menjadi daerah yang maju, jaya, dan mandiri. Modern dengan tetap menjaga budaya, memperkuat UMKM, dan mempertahankan identitas daerah sebagai modal menuju kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, Kamis 2 Juli 2026.
Selain menyoroti arah pembangunan daerah, Agustiar juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, memiliki pola pikir maju, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan di masa mendatang. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah.
Ia juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah, menurutnya, harus memastikan setiap kebijakan maupun penyelenggaraan kegiatan tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang. Kebijakan yang diambil harus terukur agar tidak berdampak negatif terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Di sisi lain, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap membuka peluang investasi seluas-luasnya. Namun, setiap investor yang beroperasi wajib memenuhi seluruh kewajibannya, mulai dari pembangunan kebun plasma, penyerapan tenaga kerja lokal, pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga memenuhi kewajiban perpajakan di Kalimantan Tengah.
Agustiar menambahkan, masih terdapat perusahaan yang membayar pajak alat berat di luar Kalimantan Tengah sehingga manfaat fiskalnya belum sepenuhnya dirasakan daerah. Karena itu, ia berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku agar investasi benar-benar menjadi penggerak pembangunan, meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i turut menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten terus berupaya mewujudkan daerah yang mandiri, maju dan jaya dengan berdasarkan potensi-potensi yang ada di Bumi Handep Hapakat, serta menguatkan kolaborasi antar pemerintah dan warga dalam membangun daerah sesuai visi misi yang ditetapkan. (denny)












