PULANG PISAU – Sebanyak 249 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhasil membukukan total transaksi Rp1.510.357.600 selama tujuh malam pelaksanaan Handep Hapakat Fair 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang mewarnai penutupan pameran dan Malam Seni Budaya Nusaphoria di Kompleks Stadion H.M. Sanusi Pulang Pisau, Minggu malam.
Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i mengatakan Handep Hapakat Fair tidak sekadar menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan pelaku usaha, pelestari budaya, pemerintah, dan masyarakat dalam satu wadah untuk menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, tema “Sinergitas Melestarikan Budaya dan Penguatan UMKM” mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
“Sesuai dengan tema tahun ini, ajang ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus merawat warisan leluhur kita,” ujar Ahmad Rifa'i, Minggu 12 Juli 2026.
Bupati mengungkapkan antusiasme pelaku usaha pada penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan. Dari total 249 UMKM yang berpartisipasi, terdiri atas 111 UMKM yang mengisi stand organisasi perangkat daerah (OPD), 36 UMKM melalui fasilitasi pemerintah, 50 UMKM kaki lima, serta 100 UMKM yang menempati tenda berbayar. Kehadiran pelaku usaha lokal maupun dari luar daerah dinilai berhasil memperluas jejaring pemasaran sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
Selain menjadi ajang promosi produk unggulan, Handep Hapakat Fair juga menghadirkan berbagai layanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui Kios TPID Hakadohop, hasil kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pulang Pisau dengan Perum Bulog yang menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Gerakan Pangan Murah dan layanan cek kesehatan gratis. Berbagai pertunjukan seni budaya dari sejumlah paguyuban juga menjadi daya tarik tersendiri, memperlihatkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Pulang Pisau sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Bupati berharap keberhasilan Handep Hapakat Fair 2026 menjadi motivasi untuk terus mengembangkan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor kebudayaan sebagai identitas Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di masa mendatang. (denny)












