SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong lahirnya budaya inovasi di seluruh perangkat daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Asisten III Sekretariat Daerah Kotim, Bima Ekawardhana mengatakan inovasi harus menjadi budaya kerja yang tumbuh di setiap organisasi perangkat daerah.
Menurutnya, setiap instansi perlu terus melahirkan gagasan baru, menyempurnakan proses kerja, hingga memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan.
“Setiap perangkat daerah perlu membangun budaya kerja yang mendorong lahirnya gagasan baru, penyempurnaan proses kerja, maupun pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Ia menyampaikan, inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diciptakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintah.
Bima menilai keberhasilan Koti. mempertahankan predikat Inovatif selama lima tahun berturut-turut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas inovasi.
Namun, capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelaporan dan dokumentasi agar setiap inovasi dapat dinilai secara maksimal.
Ia juga meminta kepala perangkat daerah memberikan dukungan penuh kepada para inovator, operator, dan penanggung jawab inovasi. Dukungan tersebut dinilai penting agar proses pelaporan berjalan tepat waktu dengan data yang lengkap dan sesuai indikator penilaian.
“Keberhasilan Kabupaten Kotim dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari terus membangun inovasi yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Kotim berharap budaya inovasi semakin mengakar di lingkungan pemerintahan. Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah, target meningkatkan predikat menjadi Sangat Inovatif pada penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 diyakini dapat diwujudkan. (Nardi)












