Ekonom Muda Kalteng Sebut Sinergi Jadi Kunci Menarik Investasi

IST/BERITASAMPIT - Ekonom Muda yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perekonomian , Rio Kriswana.

– Keputusan lembaga pemeringkat , S&P Global Ratings, yang kembali mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil, mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

Salah satunya Rio Kriswana, Ekonom Muda yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perekonomian , menilai capaian ini sebagai bukti ketangguhan fundamental ekonomi di tengah tantangan global.

“Kami menyambut positif keputusan S&P ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan memiliki ketahanan yang baik. Rating ini adalah bentuk kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas fiskal dan sektor keuangan,” ucapnya, Rabu 15 Juli 2026.

Namun, dalam hal ini menekankan bahwa rating BBB bukanlah tujuan akhir. Kepercayaan tersebut harus segera dikonversi menjadi aksi nyata yang berdampak pada peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah.

“Selain itu juga menyampaikan bagi dunia usaha, status investment grade BBB memberikan sinyal positif mengenai risiko investasi yang terjaga. Hal ini membuka ruang bagi iklim bisnis yang lebih kondusif dan biaya pendanaan yang lebih kompetitif,” tambahnya.

Kemudian untuk pelaku usaha di daerah, termasuk UMKM, efek ini akan terasa melalui peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Jika arus investasi masuk, permintaan barang dan jasa akan meningkat, yang pada gilirannya membuka peluang usaha lebih luas bagi masyarakat lokal.

“Dalam hal ini menegaskan bahwa harus proaktif menangkap momentum ini. Selain itu menyoroti potensi besar Kalteng di sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, hilirisasi industri, energi, pariwisata, hingga ekonomi hijau,” lanjutnya.

Kuncinya ada pada daya saing. Maka dari itu mendorong percepatan perizinan, kepastian , pembangunan infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kualitas SDM.

“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan harus diperkuat agar kepercayaan global ini terjemahkan menjadi investasi riil di tanah ,” tuturnya.

Lebih lanjut juga memiliki perhatian besar pada ekosistem pembiayaan daerah, menambahkan bahwa stabilitas ekonomi akan memperkuat peran lembaga seperti Jamkrida .

“Tugas Jamkrida adalah memastikan pelaku UMKM dan usaha produktif yang layak namun terkendala agunan tetap mendapatkan akses pembiayaan. Dengan dukungan penjaminan yang kuat, pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif dan merata di tingkat lokal,” urainya.

Meski optimistis, mengingatkan bahwa status BBB bukan berarti Indonesia bebas dari risiko. Dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga fluktuasi harga komoditas global tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan cermat.

“Disiplin fiskal, penguatan sektor riil, dan stabilitas sistem keuangan harus tetap menjadi prioritas. Kami memandang keputusan S&P ini sebagai modal kepercayaan yang sangat berharga. Tugas kita bersama sekarang adalah memastikan kepercayaan tersebut menghasilkan investasi produktif yang berkelanjutan bagi Kalteng dan Indonesia,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Ular Kobra Sepanjang 3 Meter Masuk Rumah Warga di Palangka Raya, Bersembunyi di Bawah Rak Sepatu
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!