PALANGKA RAYA – Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty, mengungkapkan sebelum memiliki gedung rehabilitasi khusus, pihaknya tetap memberikan layanan rehabilitasi dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan rumah sakit.
“Selama ini kami menangani mereka di fasilitas yang kapasitasnya sebenarnya hanya sekitar 10 orang. Namun tetap kami layani karena ada peserta rehabilitasi reguler dan ada juga yang mengalami dual diagnosis,” ucapnya, Kamis 16 Juli 2026.
Dual diagnosis merupakan kondisi ketika penyalahgunaan narkoba telah memberikan dampak terhadap kesehatan mental sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Keberadaan gedung rehabilitasi yang baru menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba,” tambahnya.
Meski baru diresmikan, Isen Mulang Akademi yang dikelola RSJ Kalawa Atei Provinsi Kalimantan Tengah telah menangani lebih dari 50 peserta rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
“Dengan fasilitas yang lebih memadai, layanan rehabilitasi diharapkan dapat berjalan lebih optimal sekaligus memberikan ruang pemulihan yang lebih baik bagi para peserta rehabilitasi yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (yud)












