Pemprov Kalteng Diminta Maksimalkan Aset Demi Peningkatan Pendapatan Daerah

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono.

– Anggota Komisi I DPRD (Kalteng) Purdiono, mendorong Pemerintah Provinsi untuk mengoptimalkan pemanfaatan seluruh aset daerah agar mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan.

​Purdiono mengatakan, optimalisasi aset daerah perlu menjadi salah satu fokus pemerintah di tengah upaya meningkatkan kemandirian fiskal. Pengelolaan aset yang berbasis potensi diyakini dapat memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan yang bersumber dari transfer pemerintah pusat.

“Pemerintah provinsi harus mampu melihat aset daerah sebagai potensi ekonomi yang bisa menghasilkan PAD. Jangan sampai aset yang dimiliki hanya menjadi beban pemeliharaan, tetapi tidak memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ujar Purdiono, Senin, 27 Juli 2026.


​Legislator Partai Golkar dari Dapil IV ini menilai, langkah inventarisasi, penataan administrasi, hingga pemanfaatan aset melalui kerja sama yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perlu terus diperkuat. Dengan tata kelola yang baik, berbagai aset seperti lahan, bangunan, maupun fasilitas milik pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat.

​Lebih lanjut, Purdiono berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi secara berkala terhadap aset yang belum produktif. Menurutnya, aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal perlu segera dipetakan agar dapat dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan daerah tanpa mengabaikan prinsip transparansi serta akuntabilitas.

“Pengelolaan aset yang efektif akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD. Karena itu, kami berharap pemerintah provinsi dapat lebih serius mengoptimalkan aset yang dimiliki agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Anggota DPRD Kalteng Serap Aspirasi Masyarakat, Fokus pada Infrastruktur dan Stabilisasi Harga Jelang Ramadan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!