SUKAMARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukamara mengimbau masyarakat dan seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Sukamara, Ari Junita, mengatakan musim kemarau identik dengan meningkatnya debu dan menurunnya kualitas udara sehingga berpotensi memicu kenaikan kasus ISPA. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Memang saat ini merupakan musim yang rawan terhadap penyakit ISPA. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan berdebu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan,” ujarnya, Senin 27 Juli 2026.
Selain kepada masyarakat umum, Dinkes Sukamara juga menyampaikan imbauan kepada sekolah-sekolah agar meningkatkan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama musim kemarau.
Sekolah diminta mengingatkan siswa untuk mengurangi paparan debu, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melaporkan apabila terdapat siswa yang mengalami gejala ISPA.
Ari menambahkan, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama mengingat musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Dengan langkah antisipasi sejak dini, diharapkan angka kasus ISPA di Kabupaten Sukamara dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat maupun proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. (enn)












