PALANGKA RAYA – Pembangunan Huma Betang di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangka Raya, diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp130 miliar yang dialokasikan selama dua tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, mengatakan pada 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp39,2 miliar untuk tahap awal pembangunan.
“Kurang lebih Rp130 miliar yang kita alokasikan dalam dua tahun. Tahun 2026 ini kurang lebih Rp39,2 miliar untuk tahap awal, sisanya kita selesaikan di tahun 2027,” ujarnya saat ditemui di eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Juni, Huma Betang tersebut diproyeksikan menjadi rumah betang terbesar di Kalimantan, bahkan di Asia.
“Ini rumah betang terbesar di Kalimantan, bahkan di Asia,” katanya.
Ia menjelaskan Huma Betang akan dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektare, dengan luas bangunan utama sekitar setengah hektare atau berukuran sekitar 80 x 170 meter.
“Kalau luas lahan yang digunakan nanti itu kurang lebih 5 hektare dan luas bangunannya sendiri kurang lebih setengah hektare. Pembangunannya akan diselesaikan selama dua tahun, yakni 2026 dan 2027,” ucapnya.
Juni menargetkan pembangunan rampung pada 2027 sehingga Huma Betang sudah dapat difungsikan paling cepat pada awal 2028.
“Target penyelesaiannya kita harapkan bisa selesai dua tahun sehingga tahun 2027 diharapkan sudah selesai, paling awal 2028 sudah bisa difungsikan,” tuturnya.
Sebagai informasi, Huma Betang dibangun menggunakan sekitar 80 persen material kayu ulin agar memiliki daya tahan tinggi. Bangunan tersebut juga diproyeksikan mampu menampung hingga 8.000 orang.
(Sya'ban)












