SAMPIT – Kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masa bakti 2026–2031 berencana memperluas pelaksanaan kegiatan kepramukaan hingga ke desa dan kecamatan.
Ketua Kwarcab Kotim Angga Aditya Nugraha mengatakan pemerataan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah yang akan didorong selama kepengurusannya agar aktivitas Pramuka tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Harapan saya kegiatan itu tidak hanya di kota saja, melainkan juga di desa dan di kecamatan-kecamatan lainnya,” kata Angga, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, semakin luas kegiatan kepramukaan dilaksanakan maka semakin banyak pula generasi muda yang dapat memperoleh manfaat pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka.
Angga menilai pendidikan karakter menjadi salah satu hal utama yang harus diperkuat karena dapat menjadi bekal bagi generasi penerus.
“Harapan besar kegiatan ini bertujuan untuk mendidik karakter anak bangsa menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Pendidikan karakter dalam Pramuka adalah pendidikan karakter yang positif dan baik sehingga akan menjadi penopang untuk generasi penerus bangsa.
Selain memperluas kegiatan, kepengurusan baru Kwarcab Kotim juga memiliki tantangan mempertahankan prestasi kepramukaan yang telah dicapai selama ini.
Angga menyebut Kotim sebelumnya berhasil memperoleh predikat Kwarcab tergiat tingkat Kalimantan Tengah sebanyak sembilan kali berturut-turut.
Prestasi tersebut menurutnya harus menjadi motivasi bagi kepengurusan baru untuk semakin aktif menggelar kegiatan dan memperluas pembinaan kepramukaan.
“Kita sudah tergiat selama sembilan kali berturut-turut untuk Kabupaten Kotim. Oleh sebab itu, kita akan selalu mengagendakan kegiatan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Kwarcab Kotim juga berencana menghidupkan kembali Bumi Perkemahan (Buper) di Kecamatan Kota Besi sebagai salah satu sarana menunjang kegiatan kepramukaan, namun beberapa tahun sudah lama tak fungsional.
Angga mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat kepada instansi pemerintah terkait agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan.
“Harapan besar kita, Buper yang ada di Kota Besi itu diaktifkan kembali. Karena sebagaimana kita ketahui, Buper di Kota Besi merupakan akses terdekat ke kota,” jelasnya.
Namun, salah satu kendala yang masih harus diselesaikan adalah persoalan ketersediaan air di kawasan tersebut. Kwarcab Kotim masih mencari solusi agar fasilitas bumi perkemahan tersebut nantinya dapat kembali digunakan secara optimal.
Sementara untuk program kegiatan dalam waktu dekat, Angga mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan agenda perkemahan Eksekutif Legislatif Yudikatif (ELY) yang direncanakan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kotim. Namum rencana tersebut masih menunggu informasi dan persiapan lebih lanjut. (Nardi)












