Dinkes Tingkatkan Kesiapsiagaan 11 Puskesmas Hadapi Kasus ISPA

IST/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Kota , Riduan.

– Dinas Kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kota , Riduan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah sekaligus menangani masyarakat yang mengalami gangguan akibat paparan asap.

“Salah satu langkah yang dilakukan yakni membagikan masker kepada pelajar. Pembagian masker dilakukan melalui Dinas Sosial dengan menyasar sekolah-sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing,” ucapnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Selain itu melalui Dinas Sosial sudah melakukan upaya membagikan masker sesuai dengan lokasi sekolah, baik SD, SMP maupun SMA.

“Selain penggunaan masker, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko terpapar asap secara langsung,” tambahnya.

Dalam hal ini juga mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi yang banyak mengandung vitamin.

“Kalau memang tidak ada keperluan, kami mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin,” lanjutnya.

Dari sisi pelayanan , Dinkes Kota telah menyiapkan 11 puskesmas dan satu rumah sakit milik pemerintah kota untuk mendukung penanganan masyarakat yang mengalami ISPA.

“Tidak hanya itu, tabung oksigen juga disiapkan di setiap puskesmas sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan pasien,” tuturnya.

Dinas menyiapkan 11 puskesmas dan satu rumah sakit kota dalam rangka penanganan ISPA. Selain itu juga menyiapkan tabung-tabung oksigen di setiap puskesmas apabila nantinya diperluka.

“Berdasarkan data yang ditampilkan, kasus ISPA di Kota selama Juni hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 4.845 kasus. Rinciannya, 1.849 kasus pada Juni, 2.293 kasus pada Juli, dan 703 kasus hingga Agustus,” urainya.

Langkah penanganan tersebut dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

“Penanganannya cukup terarah karena berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Edy Pratowo Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Kalteng, Aklamasi di Depan Mata
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!