PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya mencatat frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 1 Januari hingga 19 Juli 2026, dengan total 199 kejadian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalteng.
“Dari sisi frekuensi penanganan kebakaran di lapangan, Kota Palangka Raya mencatat 199 kejadian. Menyusul Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 96 kejadian dan luas area terbakar mencapai 188 hektare,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Sementara itu, luasan kebakaran terbesar tercatat di Kabupaten Sukamara yang mencapai 138,2 hektare dari 237 titik panas (hotspot) yang terpantau.
Toyib mengatakan, meski jumlah kejadian karhutla meningkat, dampak terhadap kesehatan masyarakat hingga kini masih berada dalam batas aman.
“Di tengah kepungan titik api tersebut, kami memastikan dampak terhadap kesehatan masyarakat hingga saat ini masih berada dalam batas aman,” katanya.
Menurut Toyib, kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng menjadi salah satu penyebab meningkatnya kejadian karhutla.
Ia menyebut Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 401 titik. Disusul Kabupaten Lamandau 374 titik, Kapuas 365 titik, dan Katingan 356 titik.
“Kami melihat pergerakan api sangat cepat akibat vegetasi lahan yang mulai mengering. Seluruh satgas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, diinstruksikan mempertahankan status siaga penuh demi mengantisipasi meluasnya kebakaran,” ujarnya.
Secara keseluruhan, BPB-PK Kalteng mencatat 2.844 titik panas dan 563 kejadian karhutla di seluruh wilayah Kalteng selama periode 1 Januari hingga 19 Juli 2026. Berdasarkan laporan kabupaten dan kota, luas lahan terbakar mencapai 852,58 hektare.
Namun, hasil verifikasi menggunakan citra satelit dan ground check Manggala Agni menunjukkan luas wilayah terdampak kebakaran telah mencapai 3.069,52 hektare.
“Total luasan wilayah yang terdampak kebakaran sebenarnya telah menembus 3.069,52 hektare,” pungkasnya.
(Sya'ban)












