Kapuas Dikepung 18.067 Hotspot, Karhutla Lahap 600,9 Hektare

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

PALANGKA RAYA – Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi kedua di Kalimantan Tengah (Kalteng), mencapai 18.067 titik sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan Kapuas berada di urutan kedua setelah Kotawaringin Timur (Kotim).

Ia menjelaskan, Kapuas mencatat 205 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas area terbakar mencapai 600,9 hektare.

“Kapuas tercatat 18.067 hotspot, 205 kejadian karhutla, dan luas area terbakar 600,9 hektare,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Secara keseluruhan, BPBD Kalteng mencatat 102.413 titik hotspot dan 2.651 kejadian karhutla dengan luas terbakar 8.038,68 hektare berdasarkan laporan kabupaten/kota.

Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar di Kalteng tercatat sekitar 7.634 hektare.

Untuk menangani karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.

“Upaya penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.

“Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” tegasnya.

Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.

(Sya’ban)

baca juga ...  Ekonomi Kreatif Jadi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Kalteng
Bagikan:
Berita Populer