PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro M. Yoseph, mengungkapkan bahwa masyarakat terpencil di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) masih mengeluhkan kurangnya pemenuhan infrastruktur utama oleh pemerintah daerah.
Kendati demikian, dari hasil penyerapan aspirasi yang dilakukan, warga menyampaikan bahwa fasilitas ibadah dan sosial di wilayah mereka sudah cukup memadai.
“Saat berkunjung dan bermalam di desa-desa pelosok seperti Desa Rewen Batuah, kebutuhan masyarakat seperti fasilitas ibadah dan sosial di sana rata-rata sudah memadai,” ujar Yetro, Selasa, 8 September 2026.
Meski begitu, masyarakat masih sangat mengharapkan adanya pembangunan fasilitas penunjang lain, seperti pembukaan dan peningkatan akses jalan, pembuatan jembatan, pemasangan instalasi listrik, serta penyediaan air bersih untuk minum.
“Jadi inti yang disampaikan itu terkait selalu dengan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, listrik, dan air minum. Yang lain-lain itu jarang disampaikan,” ujar Yetro.
Ia menjelaskan, keempat poin tersebut hingga kini masih menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tinggal di pelosok.
“Kalau sudah terpenuhi (empat kebutuhan itu), kayaknya mereka enggak terlalu ribet dengan apa-apa lagi. Masjid sudah ada, gereja sudah ada, hampir enggak ada keluhan soal itu,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk mengalihkan fokus anggaran pada pemenuhan utama penunjang aksesibilitas dan utilitas dasar di pelosok Pedesaan.
(Syauqi)











