Tiga Desa di Mentawa Baru Ketapang Masih Kesulitan Air Bersih, Legislator Kotim Dorong Pembangunan Sumur Bor

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha.

SAMPIT – Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Hingga kini, sedikitnya tiga desa belum terlayani jaringan air bersih secara optimal, sehingga warga masih bergantung pada pasokan air bantuan dan fasilitas penampungan yang tersedia.

Anggota DPRD Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Angga Aditya Nugraha, menyebutkan tiga desa yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih tersebut adalah Desa Bapanggang Raya, Bapeang, dan Bengkuang Makmur.

Menurutnya, kondisi itu tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi kendala saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan ketersediaan sumber air dalam jumlah cukup.

“Di tengah kondisi karhutla seperti sekarang, kebutuhan air menjadi sangat penting. Karena itu kami mendorong pemerintah desa agar segera mengajukan usulan pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi,” ujarnya, Rabu 9 September 2026.

Angga menjelaskan, Dapil I meliputi lima kelurahan dan enam desa. Dari seluruh wilayah tersebut, hanya tiga desa yang hingga kini belum tersambung jaringan air bersih dari perusahaan daerah.

Ia menegaskan, DPRD telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah agar pembangunan sarana air bersih menjadi perhatian serius. Selain perluasan jaringan distribusi, pembangunan infrastruktur pendukung seperti sanitasi dan sumber air alternatif juga dinilai mendesak.

“Harapannya, masyarakat di tiga desa tersebut bisa segera menikmati layanan air bersih yang layak,” katanya.

Akses air bersih memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ketersediaan air yang memadai dinilai turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Selama ini, kebutuhan warga masih dibantu melalui distribusi air bersih secara berkala. Pemerintah daerah juga pernah menyediakan tandon sebagai tempat penampungan air untuk masyarakat.

baca juga ...  RDP Tanah Makam Lintas Agama Dimulai, BPN Bisa Dijemput Paksa Karena Ini!

Meski demikian, kapasitas yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air.

Politisi PDIP ini berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan pembangunan jaringan air bersih menuju tiga desa tersebut sehingga seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap layanan dasar tersebut. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer