PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan terpadu, cepat, dan sesuai kondisi wilayah.
Komitmen itu disampaikan Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, saat mengikuti Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Pos Lapangan (Poslap) Karhutla Jekan Raya, Palangka Raya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi bersama unsur penanggulangan bencana untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyusun penanganan karhutla secara lebih terarah. Evaluasi diperlukan agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Rapat dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam forum tersebut, koordinasi antarpemerintah menjadi salah satu bagian penting karena penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan, kesiapsiagaan personel dan sarana, pemantauan titik rawan hingga perlindungan masyarakat yang terdampak asap.
Bagi Pulang Pisau, kolaborasi lintas sektor menjadi penting mengingat karakteristik wilayah yang memiliki kawasan lahan gambut dan sejumlah daerah rawan terbakar. Karena itu, keterpaduan informasi dan respons antara pemerintah daerah, petugas lapangan, aparat keamanan serta unsur terkait diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Bupati Ahmad Rifa’i, Sabtu 12 September 2026 menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengikuti langkah penanganan karhutla secara terpadu bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Evaluasi bersama tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki kesiapsiagaan serta memastikan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Pulang Pisau berjalan lebih efektif. (denny)











