PALANGKA RAYA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai dirasakan dampaknya oleh warga. Sejumlah masyarakat mengeluhkan gangguan kesehatan, mulai dari pusing, mata perih hingga sesak napas. Di tengah kondisi tersebut, layanan bus oksigen gratis menjadi salah satu tempat warga mendapatkan bantuan pernapasan.
Layanan bus oksigen gratis yang berada di Taman Pasuk Kameloh dimanfaatkan Abdul Hamid (67), seorang juru parkir, dan Rahayu Ningsih (69), ibu rumah tangga, pada Sabtu 24 Oktober 2026.
Abdul Hamid mengaku mengalami pusing, badan terasa sakit, serta mata perih saat kabut asap semakin pekat. Pekerjaannya sebagai juru parkir mengharuskannya tetap beraktivitas di luar ruangan meski kondisi udara kurang baik.
“Selama ini kesehatan saya memang sudah menurun, apalagi hari ini terasa semakin parah. Saya merasa pusing, badan sakit, dan mata juga perih,” ucapnya, Sabtu 24 Oktober 2026.
Baru pertama kali memanfaatkan layanan bus oksigen gratis tersebut.
“Keputusan itu diambil karena keluhan kesehatan yang dirasakannya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Keluhan serupa juga dirasakan Rahayu Ningsih. Perempuan berusia 69 tahun itu mengaku mengalami sesak napas ketika berada di luar rumah. Terlebih, ia memiliki riwayat sesak napas dan pernah mengalami gangguan jantung.
“Kalau kabut asap, saya lebih banyak di dalam kamar saja. Saya memang punya riwayat sesak napas, jadi tidak berani keluar rumah,” lanjutnya.
Namun, saat harus keluar rumah, merasakan sesak napas yang cukup berat. Kondisi itu membuatnya kesulitan bernapas dengan nyaman, terlebih setelah mengetahui pekatnya kabut asap di luar rumah.
“Rasanya sesak sekali, sampai ngos-ngosan. Saya tidak menyangka kalau di luar ternyata pekat sekali. Untung ada bus oksigen,” ungkapnya. (yud)











