Belum Genap Sebulan, Rentetan Kebakaran Terjadi di Kotim Hanguskan Rumah hingga Masjid

JIMMY/BERITASAMPIT - Salah satu lokasi kebakaran yang terjadi selama bulan Oktober 2026.

SAMPIT – Rentetan kebakaran bangunan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama periode 1 hingga 27 Oktober 2026. Sedikitnya empat kejadian kebakaran yang menyita perhatian dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan, mulai dari rumah warga hingga bangunan bekas sekolah.

Kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga dan bangunan lainnya hangus terbakar. Dugaan penyebabnya beragam, mulai dari korsleting listrik hingga kebakaran yang diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan saat musim kemarau.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, H Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa pendataan kejadian kebakaran secara keseluruhan perlu mengacu pada rekapitulasi resmi instansinya.

“Untuk data keseluruhan selama Oktober, perlu dilakukan rekapitulasi terlebih dahulu. Namun, sejumlah kejadian kebakaran bangunan memang terjadi di beberapa wilayah Kotim dan menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Lima Rumah dan Masjid Terbakar di Cempaka Mulia Barat

Salah satu kebakaran yang menyita perhatian terjadi di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, pada Minggu 25 Oktober 2026.

Dalam kejadian tersebut, lima rumah warga yang masing-masing milik Johari, Yulita, Tekon, Resno, dan Aci Imah, hangus terbakar. Api juga menghanguskan bangunan Masjid Al-Muhajirin yang berada di sekitar lokasi.

Penyebab kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan awal menyebutkan kebakaran berkaitan dengan korsleting listrik pada bangunan sarang burung walet yang roboh, kemudian api merembet ke bangunan di sekitarnya.

Lima Rumah Terbakar di Mentaya Hulu

Sebelumnya, kebakaran juga melanda permukiman warga di Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu, pada Rabu 21 Oktober 2026.

Sedikitnya lima unit rumah warga dilaporkan terbakar dalam kejadian yang berlangsung dini hari tersebut. Peristiwa itu menambah daftar kebakaran bangunan yang terjadi di Kotim selama Oktober.

Kondisi kemarau dan potensi penjalaran api menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman.

Bangunan Eks SMK di Bukit Santuai Terbakar

Kebakaran lainnya terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, yang menghanguskan bangunan bekas sekolah menengah kejuruan (SMK) di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai.

Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan penjalaran api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lokasi. Namun, penyebab pastinya tetap memerlukan konfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan petugas.

Dua Rumah Terbakar di Jalan Iskandar

Kebakaran bangunan juga dilaporkan terjadi di Jalan Iskandar 22, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Dalam kejadian tersebut, dua unit rumah warga dilaporkan terbakar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran di kawasan padat permukiman.

Disdamkarmat Ingatkan Masyarakat Waspada

Kepala Disdamkarmat Kotim, H Ahmad Taufik, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

“Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman, serta tidak membakar sampah sembarangan merupakan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat,” bebernya.

Selain itu, warga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

(Jimmy)

baca juga ...  Kotim Borong Penghargaan pada TOP BUMD Awards 2026
Bagikan:
Berita Populer