SUKAMARA – Kapolres Sukamara AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin, melalui Kasat Lantas Polres Sukamara Iptu Kukuh Prasetia Guna, menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2026 bukan lagi melakukan razia atau penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Dalam operasi ini, personel lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembagian masker, pembagian air bersih untuk warga yang membutuhkan, serta pembagian makanan ubtuk warga kurang mampu, terlebih saat ini wilayah Sukamara masih menghadapi kondisi kabut asap.
Kukuh mengatakan, pendekatan humanis dan simpatik menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi, dengan tetap mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas sekaligus menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan.
Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, menerobos lampu merah, menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, hingga melampaui batas kecepatan dapat membahayakan keselamatan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Karena itu, Operasi Patuh Telabang 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengutamakan upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi keselamatan berkendara, pengaturan lalu lintas, patroli di lokasi rawan kecelakaan, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat.
“Penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran tertentu yang berpotensi membahayakan keselamatan, dengan mengedepankan prinsip profesional, transparan, proporsional, dan berkeadilan. Namun, bagi pelanggaran yang masih dapat dibina, teguran dan edukasi secara humanis menjadi salah satu pendekatan yang diutamakan,” jelas Kukuh.
Di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah Sukamara, perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan menjadi semakin penting. Jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan sehingga pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di jalan raya.
Masyarakat diminta menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta meningkatkan kewaspadaan selama berkendara. Pengendara juga diingatkan untuk tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jarak pandang tidak memungkinkan demi keselamatan bersama.
Selain keselamatan di jalan, Kukuh turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan pembatasan kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak dapat menjadi langkah untuk mengurangi paparan asap.
Melalui Operasi Patuh Telabang 2026, Polres Sukamara berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari tumbuhnya perilaku berkendara yang tertib, berkurangnya risiko kecelakaan, serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan.
“Operasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi di jalan bukan hanya untuk menindak pelanggaran, melainkan juga memberikan perlindungan, pelayanan, edukasi, dan bantuan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” terangnya.
Polres Sukamara mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, melainkan karena memahami bahwa setiap aturan dibuat untuk melindungi keselamatan bersama.
Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Operasi Patuh Telabang 2026 diharapkan mampu mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan, sekaligus menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin humanis di tengah kondisi kabut asap. (enn)











