KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong menghadiri pengukuhan 12 Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Jaya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, diperlukan perhatian dan kerja sama semua pihak untuk memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak dini.
“Bunda PAUD bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan memiliki komitmen dan tanggung jawab moral untuk menjadi penggerak, motivator, serta mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini,” ujarnya belum lama ini.
Ia berharap para Bunda PAUD Kecamatan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan PAUD.
Jaya juga menekankan pentingnya penerapan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Menurutnya, seluruh anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan PAUD yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi, geografis, maupun latar belakang sosial.
“Saya berharap setiap anak memperoleh layanan PAUD yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, maupun faktor sosial lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengapresiasi pelaksanaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kreativitas, dan inovasi para Bunda PAUD dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak dan mitra pemerintah dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, menyenangkan, serta berorientasi pada kebutuhan anak,”bebernya.
Ia juga menyampaikan empat hal yang perlu menjadi perhatian para Bunda PAUD Kecamatan, yakni memperkuat koordinasi lintas sektor, mendorong layanan PAUD berkualitas dan holistik integratif, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak sejak dini, serta memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan tanpa diskriminasi.
Ia berharap para Bunda PAUD Kecamatan dapat menjadi teladan dan penggerak di wilayah masing-masing, sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai pihak agar program pendidikan anak usia dini memberikan manfaat nyata bagi anak dan keluarga.
“Anak terlindungi, anak terdidik, masa depan Gunung Mas semakin baik,” tandasnya.
Adapun 12 Bunda PAUD Kecamatan yang dikukuhkan, yaitu Fortin Yunia (Kurun), Rutesi (Sepang), Sepratina (Mihing Raya), Detia Fitriani (Tewah), Sampurnawatie (Kahayan Hulu Utara), Mega Wiwik (Damang Batu), Lamiang (Miri Manasa), Lendang Assyie (Rungan Hulu), Estorina (Rungan), Friskilla Indah (Rungan Barat), Martha Tara (Manuhing), dan Arnice (Manuhing Raya). (ale)











