Anak Orang Utan Ditemukan di Pinggir Jalan Bagendang Tengah, Warga Sempat Amankan di Rumah

IST/BERITASAMPIT - BKSDA Pos Sampit amankan orang utan yang ditemukan warga di pinggir jalan di Bagendang.

SAMPIT – Warga Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat terkejut dengan kemunculan seekor anak orang utan jenis kelamin betina di tepi jalan. Satwa dilindungi berusia sekitar empat tahun itu ditemukan saat warga dalam perjalanan pulang dari kebun.

Anak orangutan tersebut pertama kali ditemukan Hadianur bersama istrinya pada Sabtu 31 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Melihat satwa itu berada sendirian di pinggir jalan, Hadianur sempat ragu untuk mengamankannya karena takut.

Beruntung, seorang warga lain yang kebetulan melintas ikut membantu. Anak orang utan itu akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke rumah Hadianur.

Karena merasa kasihan, Hadianur memilih merawatnya sementara. Dengan fasilitas seadanya, anak orangutan tersebut ditempatkan di wadah ikan dan diberi makan pisang sebelum akhirnya dilaporkan kepada pemerintah desa.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Bagendang Tengah, Untung, pada Senin 2 November 2026. Warga yang menemukan satwa tersebut berniat menyerahkannya kepada petugas konservasi.

Petugas BKSDA kemudian mendatangi desa dan melakukan proses serah terima pada Senin sore.

“Hadianur awalnya takut menangkap anak orangutan tersebut. Namun setelah dibantu warga lain yang kebetulan lewat di lokasi, akhirnya anak orangutan itu berhasil diamankan,” ujar Muriansyah, Rabu 4 November 2026.

Penanganan lebih lanjut dilakukan pada Selasa 3 November 2026. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim dokter BKSDA Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama OF UK tiba di Sampit untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi satwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi anak orangutan betina itu terlihat sehat. Namun, pemeriksaan lebih menyeluruh masih akan dilakukan setelah satwa dibawa ke kantor Seksi KSDA di Pangkalan Bun.

“Dari keterangan dokter, anak orangutan nampak sehat. Dan untuk selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan lengkap saat di kantor Seksi Pangkalan Bun,” bebernya.

Di sisi lain, Kepala Desa Bagendang Tengah juga meminta BKSDA melakukan pengecekan atau observasi di sekitar wilayah desa. Permintaan itu muncul karena sejumlah warga masih melihat keberadaan orangutan di kawasan hutan yang berdekatan dengan kebun dan ladang masyarakat.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di sekitar tepi Sungai Sampit. Petugas diharapkan dapat memantau kondisi habitat dan keberadaan orangutan di wilayah tersebut, terlebih anak orangutan yang ditemukan warga sebelumnya tidak terlihat bersama induknya. (Nardi)



baca juga ...  Bupati Kotim Janjikan 12 Alat Berat Siap Diserahkan
Bagikan:
Berita Populer