SAMPIT – Bunda PAUD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Khairiah Halikinnor menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu satuan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) percontohan. Keberadaan PAUD HI diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya dalam memberikan layanan secara terpadu.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan/Desa dan PAUD HI Percontohan Tingkat Kabupaten Kotim Tahun 2026, Jumat 6 November 2026.
Khairiah mengatakan, PAUD HI tidak hanya memberikan layanan pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga kesejahteraan anak. Karena itu, penerapannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Dia berharap Bunda PAUD kecamatan lebih aktif mendampingi pelaksanaan PAUD HI di wilayah masing-masing. Koordinasi perlu dibangun antara satuan PAUD, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, orang tua serta mitra terkait.
“Target kita adalah agar setiap kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki setidaknya satu PAUD HI percontohan yang benar-benar melaksanakan layanan holistik integratif secara terpadu,” ujarnya.
Menurutnya, PAUD HI percontohan nantinya dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus tempat belajar bagi satuan PAUD lainnya. Dengan demikian, praktik baik yang sudah berjalan bisa ditularkan dan dikembangkan di seluruh wilayah Kotim.
Khairiah juga menyoroti partisipasi kecamatan dalam ajang apresiasi tahun ini. Dia menyebut jumlah peserta PAUD HI percontohan mengalami penurunan, karena hanya tiga kecamatan yang mengirimkan perwakilan, yakni Antang Kalang, Parenggean dan Baamang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian agar ke depan keterlibatan seluruh kecamatan dapat kembali meningkat. Sebab, semakin banyak satuan PAUD yang berpartisipasi, semakin luas pula kesempatan mengembangkan layanan PAUD HI.
Selain itu, dia menegaskan setiap tahun Bunda PAUD kecamatan wajib mengirimkan perwakilan dalam ajang apresiasi tingkat kabupaten. Minimal satu satuan PAUD dan satu Bunda PAUD kelurahan atau desa dari masing-masing kecamatan.
“Apabila terdapat kecamatan yang tidak mengirimkan perwakilan, hal tersebut menjadi indikasi bahwa pelaksanaan peran dan tugas Bunda PAUD di wilayah tersebut belum berjalan secara optimal dan perlu mendapat perhatian serta penguatan,” tegasnya.
Khairiah berharap ajang apresiasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi Kotim untuk membawa praktik-praktik baik ke tingkat provinsi hingga nasional. Untuk itu, diperlukan persiapan peserta dan pembinaan secara berkelanjutan. (nardi)











