NANGA BULIK – Usai sebulan lebih terpaksa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), para pelajar di Kabupaten Lamandau, akhirnya kembali menikmati suasana belajar di ruang kelas sejak Hari Senin kemarin.
Momen kembalinya siswa ke sekolah ini disambut antusias tinggi. Demi memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Loren Octoberi Tahan, turun langsung meninjau sejumlah sekolah dari tingkat TK hingga SMA.
“Alhamdulillah, semuanya sudah berjalan normal dan para siswa bisa bergembira lagi. Kita tentu berharap kondisi ini terus terjaga sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak lagi terganggu kabut asap,” ujar Bupati yang akrab disapa Rizky di sela-sela kunjungan.
Ia juga berseloroh mengenai keluhan para orang tua selama masa PJJ. “Anak-anak sudah cukup lama belajar dari rumah. Pusing juga saya di-WhatsApp orang tua yang sudah mulai pusing ngajari anaknya di rumah,” candanya.
Suasana peninjauan berlangsung hangat dan cair. Rizky menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa melalui kuis-kuis sederhana berhadiah uang saku, yang disambut riuh gembira dan antusias tinggi dari anak-anak.
Sejumlah siswa mengaku sangat merindukan suasana sekolah, mulai dari bertemu teman, bermain saat istirahat, hingga kembali menerima uang saku harian.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Lamandau, Loren Octoberi Tahan, menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran tatap muka terus dipantau secara ketat di semua jenjang pendidikan.
“Sejak Senin kemarin pembelajaran tatap muka sudah kembali efektif. Kami berharap kondisi ini terus berlangsung agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal,” jelas Loren.
Menutup kunjungannya, Rizky mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi mencegah kembalinya karhutla dan kabut asap. Kelangsungan pendidikan anak-anak dinilai sangat bergantung pada lingkungan yang bersih dan sehat, bebas dari ancaman asap.(im/bs)











