Meriah..! Srikandi DWP Kotim Unjuk Kebolehan, Ini Daftar Juaranya

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Puncak Peringatan HUT ke 20 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten (Kotim), yang dihadiri puluhan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini, berlangsung meriah.

Selain kegiatan yang disusun terlaksana dengan sukses, penutupan juga ditandai pemotongan kue ulang tahun dan dimeriahkan penampilan tarian, paduan suara dan pembagian hadiah, serta parade Pesona Batik Kotim.

“Selain kegiatan yang disusun terlaksana dengan sukses, penutupan juga ditandai pemotongan kue ulang tahun,” ucap Ketua Pelaksana, Rike Sukrama DMP, saat dibincangi Berita Sampit, Kamis (12/12/2019).

Selain itu ia juga menjelaskan, acara tersebut awali dengan seminar, kemudian acara tambahan dengan menampilkan Parade Pesona Batik Kotim.

Dilanjutkan dengan pembagian trophy dan hadiah kepada pemenang lomba menghias kue ulang tahun DWP dan membuat minuman berbahan buah lokal.

Rike menerangkan, berdasarkan penilaian juri dari unsur praktisi dan pelaku usaha yang sudah diakui kompetensinya, untuk lomba menghias kue ulang tahun, kreasi ibu-ibu DWP dari Sekretariat Daerah keluar sebagai juara.

Juara 1, Juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Dinas dan IPEMI Kotim. Sedangkan untuk Juara Harapan 1, 2 dan 3, masing-masing diraih oleh DWP RSUD dr Murjani Sampit, perwakilan HMC dan Bhayangkari.

Pemenang lomba membuat minuman berbahan buah lokal, juara 1 RSUD dr Murjani Sampit, juara 2 Ipemi Kotim, juara 3 Kecamatan Seranau.

Sementara juara harapan 1, 2 dan 3 diraih perwakilan dari KSOP, DWP Badan Kepegawaian Daerah dan Disperkim Kotim.

Pada kesempatan tersebut, hasil akumulasi penilaian, dari puluhan perwakilan parade Pesona Batik Kotim, panitia memutuskan memilih 25 perwakilan untuk tampil di acara penutupan.

Masing-masing 5 perwakilan busana kerja terbaik, 10 busana kerja wanita dan 10 busana pesta bermotif batik Kotim terbaik.

baca juga ...  Sebut Ada Sindikat Narkoba di Balik Kasus Penganiayaan Ansyori Muslim, Kuasa Hukum: Ini Harus Kita Bongkar!

Parade busana Batik Kotim ini diikuti para pegawai dari instansi atau badan dilingkup Pemkab Kotim dan perwakilan organisasi wanita di Kotim.

“Mereka diharuskan memakai salah satu corak batik Kotim, baik yang bermotif anggrek tebu atau dalam bahasa dayak anggrek tewu dan motif gayung birang,” katanya.

Ditambahkan, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap pelaku usaha kecil menengah, panitia mengundang pelaku UMKM untuk memamerkan dan menjual hasil olahan dan kebun mereka dalam acara ini.

“Motif dari batik Sampit atau batik Kotim ini memiliki makna penting yaitu motivasi. Sejalan dengan motivasi yang tertuang dalam tema HUT ke 20 DWP tahun ini, yakni Optimalisasi Kinerja DWP Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Untuk Suksesnya Pembangunan,” tutupnya.

(jun/beritasampit)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!