Warga Mengeluh, Dua Kecamatan di Wilayah Selatan Gelap Gulita

KASONGAN – Pemadaman aliran listrik di beberapa di Kecamatan Mendawai, Kabupaten hingga sekarang masih menjadi keluhan.

Seperti yang dikeluhkan warga Tewang Kampung, Kecamatan Mendawai yang belakangan ini sulit menikmati aliran listrik.

“Iya ini, hidup sehari listriknya mati lagi beberapa hari, aneh kalo di daerah lain enggak kaya begini,” ucap Rabiatul.

Hal serupa juga diungkapkan kepala terpilih Tewang Kampung, Yandi yang mengatakan desanya sampai sekarang sulit menikmati aliran listrik.

“Dari kemaren hingga sekarang masih belum ada mengalir listrik, hal ini sudah dirasakan beberapa bulan,” ujar Yandi saat berbincang dengan beritasampit. Jumat, 26 Desember 2019.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk mencarikan solusi terkait kebutuhan masyarakat ini.

“Kami berharap aliran listrik bisa mengalir seperti biasanya,” harapnya.

Hal senada juga pernah diungkapkan anggota DPRD Dapil II saat menjalankan reses di ke kecamatan Mendawai dan Kuala.

“Hal ini saya temui saat saya berkunjung ke kecamatan Mendawai dan Kuala dalam rangka reses,” kata Yudea Pratidina, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Yudea Pratidina menemui dari 10 unit mesin diesel motor jaringan listrik yang bertempat di kecamatan Mendawai beropersi hanya 6 unit saja. Sedangkan 4 unit diantaranya selama beberapa bulan ini tidak bisa difungsikan.

Akibatnya, ribuan rumah penduduk di belasan di kecamatan Mendawai dan di kecamatan Kuala untuk penerangan lampu rumah hidupnya secara bergantian.

Sehubungan dengan itu, Dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk mencarikan solusi kasus kerusakan mesin penggerak PLN yang masuk di wilayah Sampit-Kabupaten Timur (Kotim) itu. Sehingga, mesin yang rusak itu dapat difungsikan kembali.

baca juga ...  Bupati Dukung Langsung Persekat Katingan Bertanding

Khusus untuk pimpinan PLN rayon Mendawai diminta untuk menjelaskan kerusakan mesin-mesin tersebut. Kemudian, sperpart apa saja yang dibutuhkan.

“Untuk menjelaskan tentang alasan rusaknya 4 unit mesin tersebut, bisa djelaskan melalui hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) nanti, di DPRD Kabupaten ,” jelas harap legislator PDI Perjuangan ini.

Karena, jika mesin-mesin penggerak itu dibiarkan berlarut-larut tampa ada upaya untuk diperbaiki, dirinya khawatir akan ada lagi mesin-mesin yang lainnya yang rusak, sehingga tidak ada lagi cadangan lainnya.

“Agar bisa segera tertanggulangi masalah kelistrikan di dua kecamatan ini, saya berharap Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait dapat menjembatani persoalan ini,” harapnya.

(Kawit/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!