SAMPIT – Kematian Jaka (17), pemuda asal Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarganya. Mereka yang melakukan penyelidikan mandiri menduga satu orang sebagai pelaku di balik kejadian tragis tersebut.
“Kami menduga ada satu orang yang bertanggung jawab atas kematian Jaka,” ujar Sh saat dikonfirmasi, Jumat, 14 Februari 2025.
Orang yang dicurigai tersebut merupakan teman dekat korban. Kecurigaan muncul karena setelah jasad Jaka ditemukan, orang tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak, seolah-olah melarikan diri.
“Sampai sekarang orang yang kami duga itu, kami tidak pernah melihatnya lagi. Dia merupakan teman korban juga,” ucapnya.
Jasad Jaka ditemukan oleh warga tergeletak di kebun lombok Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim pada Rabu 18 Januari 2025 lalu. Menyisakan misteri kematian yang diduga korban penganiayaan yang menyebabkan kematian lalu di buang.
Sementara itu, pihak kepolisian saat ini menyatakan status kematian Jaka sebagai korban lakalantas atau tabrak lari.
“Hasil pemeriksaan sementara mengarah ke lakalantas atau tabrak lari, tapi kami masih tetap melakukan penyelidikan kasus penemuan mayat tersebut,” ungkap Kapolsek Kota Besi, AKP Rohman Hakim
(Oktavianto)












