Sidang Tipikor Memanas! Dakwaan JPU Dituding Cacat, Saksi Baru Disiapkan

IST/BERITA SAMPIT - Sidang kedua kasus dugaan korupsi proyek peningkatan fasilitas sarana air bersih di Kabupaten kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) .

NANGA BULIK – Suasana sidang kedua kasus dugaan korupsi proyek peningkatan fasilitas sarana air bersih di Kabupaten kian panas! Digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Selasa (18/2), sidang ini diwarnai perdebatan sengit antara tim penasihat terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam eksepsi yang dibacakan, kuasa terdakwa Marinus Apau (MA) dan Andri Yulianto (AY) melontarkan kritik tajam terhadap dakwaan JPU. Mereka menuding surat dakwaan tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap sesuai ketentuan Pasal 143 Kitab Undang-Undang Acara Pidana (KUHAP).

Tak main-main, tim kuasa bahkan meminta majelis hakim untuk membatalkan dakwaan tersebut demi !

“Kami sangat menghormati Jaksa Penuntut Umum sebagai penegak senior, namun secara yuridis dalam bingkai penegakan , surat dakwaan dalam perkara ini mengandung ketidaktepatan yang berpotensi mencederai proses yang adil,” ujar penasihat terdakwa dalam persidangan.

Lebih lanjut, eksepsi yang dibacakan menyebutkan bahwa dalam Surat Dakwaan Nomor Registrasi Perkara PDS02/LMD/Fd.2/01/2025 yang dibacakan pada 11 Februari 2025, unsur-unsur delik tidak diuraikan secara komprehensif.

Penasihat menilai JPU hanya menguraikan beberapa unsur sementara unsur lainnya tidak disebutkan. Bahkan, beberapa fakta yang dimuat dalam dakwaan dianggap tidak relevan dengan pokok perkara.

“Berdasarkan uraian yang telah kami sampaikan, kami memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor agar menerima eksepsi ini secara keseluruhan dan menyatakan dakwaan JPU batal demi ,” tambahnya.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa mendatang dengan agenda tanggapan dari JPU terhadap eksepsi yang telah disampaikan.

JPU Toupan Afandi melalui Muhammad Afif juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan menghadirkan saksi-saksi untuk memberikan keterangan di persidangan.

baca juga ...  Warga Resah, Pria Paruh Baya Pengedar Sabu Diciduk Polisi di Sampit

Bahkan, jaksa menyebut akan ada saksi baru yang akan dihadirkan untuk memperkuat dakwaan.

Perkara ini berawal dari dugaan penyimpangan dalam proyek Pekerjaan Peningkatan Fasilitas Sarana Air Bersih (SAB) Non Standar Perpipaan di Satuan Permukiman Transmigrasi Kahingai, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten .

Kedua terdakwa diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

Dengan adanya eksepsi yang diajukan, keputusan Majelis Hakim terkait sah atau tidaknya surat dakwaan akan menjadi penentu kelanjutan perkara ini di persidangan.

(Andre)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!