PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutoyo, menyampaikan bahwa realisasi investasi di Kalteng tahun 2024 mencapai Rp 21 triliun.
“Puji syukur, untuk kesekian kalinya Kalimantan Tengah bisa melampaui target yang ditetapkan oleh BKPM, dengan persentase realisasi 114,48 persen,” ujar Sutoyo, Selasa 25 Februari 2025.
Ia menjelaskan, eealisasi investasi di Kalteng pada triwulan keempat 2024 mencapai 4,98 triliun rupiah. Jumlah tersebut terdiri dari Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN yang mencapai 3,48 triliun rupiah (69,88 persen) dan Penanaman Modal Asing atau PMA dengan capaian 1,50 triliun rupiah (30,12 persen).
Pada kuartal terakhir, sektor primer masih mendominasi realisasi investasi dengan capaian 3,85 triliun rupiah. Sub sektor Pertambangan menjadi favorit para penanam modal asing maupun domestik di Kalteng. sub sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dan sub sektor industri makanan melengkapi tiga peringkat teratas sub sektor dengan realisasi investasi terbesar.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, realisasi investasi mengalami kenaikan sebesar 30,54 persen,” katanya.
Dia melanjutkan, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di tahun 2024, realisasi investasi terkontraksi sebesar 33,82 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya realisasi investasi yang signifikan di sub sektor industri makanan pada triwulan ketiga, yaitu sebesar 3,15 triliun rupiah.
“Realisasi investasi di Kalteng relatif stabil, berkisar di antara 4 sampai dengan 5,5 triliun rupiah di setiap kuartalnya. Progresnya positif. Pada kuartal ketiga tahun 2024, ada peningkatan yang signifikan pada realisasi investasi di sub sektor Industri Makanan sebesar 3,15 triliun rupiah sehingga realisasi investasi pada kuartal ketiga mencapai 7,53 triliun rupiah,” jelas Sutoyo.
Dengan tambahan 4,98 triliun rupiah pada triwulan keempat, maka capaian realisasi investasi di Kalteng menjadi Rp 21,52 triliun. Capaian tersebut melampaui target realisasi investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI bagi Kalteng, yaitu sebesar 18,96 riliun rupiah.
Potensi perlambatan realisasi investasi sudah diantisipasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI dan Dinas PMPTSP di daerah sejak awal tahun 2024. Hajatan demokrasi di tingkat nasional, seperti pemilihan presiden, pemilihan legislatif, transisi kekuasaan, dan pemilihan kepala daerah diasumsikan akan membuat para penanam modal mengaktifkan mode “wait and see”.
“Namun demikian, hal tersebut (perlambatan) tidak terjadi di Kalteng. Para penanam modal masih yakin dan percaya untuk berinvestasi di Kalteng,” sebut Sutoyo.
Data realisasi investasi diolah dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal atau LKPM, yaitu laporan mengenai perkembangan realisasi penanaman modal dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, yang wajib dibuat dan disampaikan setiap triwulan melalui laman oss.go.id.
Sutoyo mengimbau agar setiap pelaku usaha dapat menyampaikan LKPM tepat waktu. “Jika mengalami kendala dalam melengkapi LKPM, pelaku usaha dapat berkonsultasi di klinik LKPM yang tersedia di Dinas PMPTSP Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” pungkasnya.
(Syauqi)












