PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pendidikan bagi masyarakat pedalaman.
Menurutnya, keterbelakangan di wilayah pedalaman disebabkan oleh kemiskinan dan keterisolasian, sehingga diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan akses pendidikan.
“Pendidikan ini prioritas kami, karena pedalaman tertinggal. Kalau maju, tidak mungkin saya sebutkan seperti tadi. Karena kami melihat di pedalaman kemiskinan dan keterisolasian,” ujar Agustiar usai berkunjung ke UPR, Selasa 11 Maret 2025.
Salah satu program yang tengah disiapkan pemerintah adalah Satu Rumah Satu Sarjana, yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. Program ini akan terintegrasi dengan bantuan lainnya, termasuk bantuan langsung tunai (BLT) dan dukungan di sektor kesehatan.
“Program kami ada beberapa item, ada Bantuan langsung tunai (BLT) Rp 2 juta, pendidikan, kesehatan nanti terintegrasi nanti. Jadi kriteria penerima BLT tidak sembarang orang menerima, yang tidak terkafer dengan KPH yang syarat itu yang berhak menerima,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membuka balai latihan kerja dan beasiswa kuliah gratis bagi masyarakat tidak mampu, khususnya dari pedalaman.
“Nanti balai latihan terbuka, beasiswa, kuliah gratis terbuka. Tapi yang mampu jangan, karena ditujukan untuk orang yang tidak mampu khusus orang pedalaman,” katanya.
Agustiar menargetkan pelaksanaan program ini dapat dimaksimalkan pada 2026, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Kami mau memaksimalkan pelaksanaannya pada 2026 supaya program bisa berjalan. Karena sekarang kita sesuaikan dengan anggaran,” pungkasnya.
(Syauqi)












