PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, semakin gencar dalam upaya memberantas peredaran narkoba di wilayahnya. Dalam lawatannya ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah pada Selasa, 11 Maret 2025, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BNNP untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.
Pendekatan holistik menjadi strategi utama dalam upaya ini, menggabungkan langkah penindakan dengan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan. Dengan kerja sama yang lebih kuat, Kalteng diharapkan bisa menjadi wilayah yang bersih dari narkoba dan lebih aman bagi generasi mendatang.
“Untuk itu kami bersinergi dan berkolaborasi dengan BNNP Kalteng, tidak hanya memberantas pengedarnya saja, tapi juga pemakainya. Kita terus menjalin kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak dalam menangani peredaran narkoba ini,” ujar Agustiar.
Ia menambahkan bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan dapat merusak masa depan daerah jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba serta memperkuat regulasi yang mendukung pemberantasan peredarannya.
Pemerintah juga mendorong berbagai instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi narkoba yang masuk ke Kalimantan Tengah.
Menurut Gubernur, langkah ini perlu didukung dengan peningkatan sumber daya dan teknologi untuk memperketat pengamanan di berbagai titik rawan peredaran narkoba.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BNNP, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam memerangi narkoba.
Gubernur menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba.
(Sya'ban)












