PALANGKA RAYA – Suara kentongan, tabuhan ember, dan gemuruh sorakan penuh semangat menggema di Bundaran Besar Palangka Raya dalam Lomba Bagarakan Sahur, salah satu acara unggulan dalam Kalteng Ramadan Festival 2025.
Acara yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus upaya memperkuat daya tarik wisata budaya Ramadan.
Kepala Disbudpar Kalteng, Adiah Chandra Sari, menegaskan bahwa Bagarakan Sahur bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Kalteng yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kegiatan ini lebih dari sekadar hiburan, ini adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat Ramadan yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat kita. Selain itu, Bagarakan Sahur juga memiliki potensi besar sebagai atraksi wisata budaya yang dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Kalimantan Tengah,”ucapnya, Kamis 13 Maret 2025.
Setiap tim peserta tidak hanya berlomba dalam membangunkan sahur, tetapi juga menunjukkan keunikan melalui kostum, nyanyian, dan gerakan atraktif yang mencerminkan kreativitas serta kekompakan mereka.
“Di luar kemeriahannya, festival ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Pedagang kuliner khas Ramadan, penjual suvenir, hingga pelaku usaha kecil lainnya merasakan manfaat dari banyaknya pengunjung yang hadir,” tambahnya.
Dengan sambutan luar biasa dari masyarakat, Lomba Bagarakan Sahur tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ikon budaya Ramadan di Kalimantan Tengah.
“Kalteng Ramadan Festival pun semakin memperkokoh posisinya sebagai ajang yang mempererat persaudaraan dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkapnya. (yud)












