PALANGKA RAYA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil Kalteng (Gemas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin 24 Maret 2025.
Mereka menolak Undang-Undang (UU) TNI yang dinilai dapat memperluas peran militer di ranah sipil dan menyampaikan 12 tuntutan kepada wakil rakyat.
Dalam aksinya, massa mendesak DPRD Kalteng untuk menyuarakan aspirasi mereka ke tingkat pusat. Mereka juga menuntut pencabutan UU TNI yang dianggap berpotensi melemahkan supremasi sipil dan mengembalikan militer ke ranah politik.
Berikut 12 Tuntutan Mahasiswa:
1. Mendesak DPRD Kalteng untuk menyampaikan tuntutan masyarakat Kalteng kepada DPR RI.
2. Menuntut DPR RI mencabut UU TNI jika terbukti memperluas peran TNI di ranah sipil serta disahkan tanpa transparansi dan kajian mendalam.
3. Mendorong pemerintah menjamin keterbukaan informasi dan meningkatkan partisipasi publik dalam setiap pengambilan kebijakan guna mewujudkan good governance.
4. Menolak segala bentuk dwi fungsi ABRI/TNI yang tidak sesuai dengan substansi pertahanan negara.
5. Menuntut agar seluruh personel TNI yang melakukan pelanggaran hukum diadili di peradilan sipil tanpa kekebalan hukum.
6. Mendorong supremasi sipil yang kuat dan independen sebagai pilar utama dalam demokrasi yang sehat.
7. Menolak segala bentuk militerisasi dan memastikan supremasi sipil tetap terjaga.
8. Mengembalikan perwira aktif TNI/Polri dari jabatan sipil.
9. Menuntut DPRD Kalteng bertanggung jawab atas keresahan rakyat dengan memastikan bahwa kebijakan yang lahir tidak menjadi alat bagi militer untuk masuk ke ranah sipil.
10. Mempertanyakan efisiensi kebijakan pemerintah, terutama di bidang pendidikan.
11. Mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
12. Menolak Revisi UU Polri No. 2 Tahun 2025 dan Revisi UU KUHAP.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Jimmy Carter, yang menemui massa aksi, menyatakan kesiapan lembaganya untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke DPR RI.
“Kami dari DPRD Kalteng bersedia dan siap mengawal tuntutan adik-adik mahasiswa untuk disampaikan ke DPR RI. Pada saatnya nanti, kami akan menyampaikan hal ini kepada pihak terkait di pusat,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai ketegangan akhirnya berlangsung damai setelah massa menyampaikan tuntutan mereka. Aparat kepolisian melakukan pengawalan ketat untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
(Syauqi)












