Drama Mudik: Antara Rindu, Tantangan dan Tawa

SETIAP Idulfitri, tradisi mudik menjadi momen yang dinanti-nanti, terutama bagi saya dan istri, meskipun kesempatan pulang kampung bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun, lebaran selalu memiliki daya tarik tersendiri. Ada semacam magnet emosional yang membuat perjalanan pulang kampung terasa lebih spesial dan penuh cerita.

Perjalanan Menuju Tewang Kampung

Tewang Kampung, kampung halaman istri saya, terletak di Kecamatan Mendawai, Kabupaten . Dahulu, ini dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Namun, seiring waktu, perubahan signifikan terjadi. Hutan-hutan lebat yang dulu menghiasi kini berganti menjadi hamparan perkebunan sawit. Sungai yang dulunya jernih dan menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah warna akibat pencemaran, membuat aktivitas seperti mandi dan mencari ikan menjadi tantangan tersendiri.

Untuk mencapai Tewang Kampung, terdapat dua jalur utama yang bisa ditempuh.

Rute pertama jalur Kota Kasongan ke Pelabuhan Kereng Pakahi

PERJALANAN darat memakan waktu sekitar dua jam. Sesampainya di pelabuhan harus menunggu kelotok, alat transportasi air tradisional, untuk melanjutkan perjalanan selama empat jam menyusuri sungai menuju tujuan. Meskipun pemandangan alam sepanjang perjalanan cukup memanjakan mata, keterbatasan ruang dan suara bising mesin kelotok seringkali menguji kesabaran.

Rute kedua melalui Kota Sampit,

RUTE ini kami pilih dengan alasan tambahan, yaitu berbelanja kebutuhan Lebaran di kota sebelum melanjutkan perjalanan ke . Dari Sampit, kami menuju terminal kelotok di pinggiran Sungai Mentaya, dekat Losmen Safari. Namun, perjalanan melalui rute ini tidak selalu mulus. Jadwal keberangkatan kelotok yang tidak menentu dan seringnya over kapasitas penumpang menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan dan Kejutan di Perjalanan

SEPERTI yang kami alami pada Sabtu, 29 Maret 2025, kami berencana berangkat pagi-pagi sekali untuk menghindari kepadatan penumpang. Namun, informasi mendadak yang kami terima menyatakan bahwa tidak ada kelotok yang berangkat pagi itu. Kami pun memutuskan menunggu keberangkatan siang.

baca juga ...  KemenHAM RI Tinjau Program Makan Bergizi di Katingan, Wabup Firdaus Berikan Dukungan Penuh

Sayangnya, ketika waktu yang ditunggu tiba, kelotok yang diharapkan sudah penuh sesak dengan penumpang lain yang entah dari mana datangnya. Suasana pelabuhan pun riuh dengan keluhan dan gerutuan para pemudik yang merasa dirugikan.

IST/BERITASAMPIT – Warga yang mudik jelang lebaran lewat jalur sungai.

Situasi ini mengajarkan kami untuk lebih sabar dan fleksibel dalam menghadapi dinamika mudik. Kami akhirnya memilih untuk menginap semalam lagi dan mencoba keberuntungan pada keberangkatan berikutnya. Meskipun melelahkan, pengalaman ini menambah warna dalam cerita mudik kami.

Refleksi dan Harapan

PERJALANAN mudik selalu penuh dengan cerita, tantangan, dan kejutan. Namun, di balik semua itu, ada kebahagiaan yang tak ternilai saat akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Tradisi mudik mengajarkan kita tentang arti kesabaran, toleransi, dan pentingnya menjaga silaturahmi.

Kedepannya, harapan kami adalah adanya perbaikan dalam sistem transportasi mudik, terutama dalam hal manajemen penumpang dan jadwal keberangkatan, sehingga pengalaman mudik bisa menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi semua orang. Yang paling utama, semoga jalan darat dari Kereng Pakahi menuju Kampung Melayu segera terealisasi dan mudik tahun 2026 bisa lebih indah.

Upaya Pembangunan Infrastruktur

PEMERINTAH Kabupaten telah berupaya membuka akses jalan darat dari Kereng Pakahi menuju Kampung Melayu. Pembangunan badan jalan ini sebelumnya dikerjakan oleh perusahaan besar swasta yang berinvestasi di wilayah tersebut, seperti PT Arjuna Utama Sawit dan PT PEAK.

Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi mengambil alih pembangunan jalan ruas Kereng Pakahi-Kampung Melayu sepanjang 80 kilometer. Sebelumnya Penjabat (Pj) Bupati , Sutoyo, menyatakan bahwa pengerjaan akan dilakukan oleh , dengan harapan pembangunan dapat segera terlaksana dan meningkatkan konektivitas wilayah.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses menuju Tewang Kampung menjadi lebih mudah, sehingga tradisi mudik dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien di masa mendatang.

baca juga ...  Turnamen Antar Klub Resmi Dibuka, Ini Awal Kebangkitan Sepak Bola Katingan

(Oleh Maulana Kawit/Kasongan)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!