SAMPIT – Warga Desa Tanjung Jariangau hidup dalam bayang-bayang bahaya setiap kali melintasi jembatan utama yang menjadi akses vital menuju Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Jembatan tersebut kini dalam kondisi mengkhawatirkan dan nyaris ambruk.
Darmadi, salah satu warga setempat menjelaskan bahwa jembatan yang berada sekitar 1 kilometer dari Simpang Tiga pintu gerbang perbatasan Buana Mustika itu kini hanya tinggal menunggu waktu untuk runtuh.
Fondasi jembatan disebutkan telah mengalami kerusakan parah. Lantai jembatan bahkan sudah menyentuh kayu ulin penyangga di bawahnya tanda bahwa struktur penopang mulai melemah.
Warga pun mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami sangat khawatir kalau ini dibiarkan terus. Jembatan ini akses utama masyarakat. Kalau sampai putus, aktivitas warga bisa lumpuh total,” ujar Darmadi, Senin 21 April 2025.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan dan memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, perhatian serius dari pemerintah sangat dibutuhkan agar akses masyarakat tetap terjaga dan aman dilalui.
Jembatan ini menjadi akses masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap kelancaran transportasi, perekonomian maupun aktivitas warga di wilayah tersebut.
(Nardi)












