DPRD Minta Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Pencemaran Sungai Mentaya

SAMPIT – Pencemaran Sungai Mentaya akibat tumpahan minyak mendapat perhatian dari DPRD (Kotim). Anggota DPRD Kotim Sihol Parningotan Lumban Gaol dari daerah pemilihan (dapil) Mentawa Baru Ketapang menilai keresahan warga yang tinggal di pinggiran Sungai Mentaya perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Keresahan warga yang tinggal di pinggiran Sungai Mentaya akibat pencemaran limbah minyak kapal atau lainnya tentu perlu segera ditindaklanjuti oleh dinas yang membidanginya,” ujar Lumban Gaol, Selasa 29 April 2025.

Ia menekankan pentingnya langkah cepat demi menjaga ekosistem Sungai Mentaya agar tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, Sungai Mentaya memiliki fungsi vital bagi masyarakat, selain sebagai jalur transportasi, sungai ini juga menjadi sumber utama bahan baku PDAM di Sampit.

“Karena itu, menjaga kualitas airnya harus menjadi prioritas utama pemerintah,” tegasnya.

Gaol mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani pencemaran ini, termasuk menelusuri sumber limbah dan memastikan tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Diberitakan sebelumnnya warga di sekitar Sungai Mentaya, tepatnya di kawasan Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dibuat geger oleh dugaan pencemaran limbah minyak yang mencemari aliran sungai.

Ahmad Khusaini, salah satu warga yang bermukim di tepi sungai, mengungkapkan keresahannya. la mengaku kondisi air yang tercemar telah merugikan aktivitas warga sehari-hari.

“Kami sebagai masyarakat yang tingal di tepi sungai ini, biasanya mencuci dan bahkan mandi biasanya di sungai menjadi sangat merasa di rugikan,” kata Ahmad, Minggu 27 April 2025.

Ahmad mengungkapkan, air sungai kini berubah warna dan berbau menyengat akibat tercemar limbah minyak sejak beberapa hari terakhir. (nardi)

baca juga ...  DPRD Kotim Minta PLN Tingkatkan Kapasitas Jaringan Listrik di Desa Ujung Pandaran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!