KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melaksanakan kegiatan Workshop Inovasi Daerah Tahun 2025, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bapperida setempat pada, Rabu 30 April 2025.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong melalui Asisten Administrasi Umum Setda Gumas, Letus Guntur menyebutkan bahwa, Inovasi di segala bidang adalah penyumbang utama lahirnya peradaban baru. Tanpa inovasi, tentunya segala dinamika masih berkutat di dalam peradaban terbelakang dan tradisional.
“Dalam konteks Pemda, inovasi berdampak bagi kemajuan suatu daerah, daerah yang tidak berinovasi akan tertinggal jauh dibandingkan daerah lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa, inovasi daerah merupakan sarana pemerintah untuk mendorong terciptanya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih produktif, efisien dan efektif.
“Setiap tahun, Kemendagri melakukan penilaian untuk menentukan indeks inovasi Kabupaten Gunung Mas atau yang dikenal dengan Innovative Government Award (IGA),” bebernya.
Disebutkannya, pada tahun 2021, Kabupaten Gunung Mas berada pada urutan ke 345 dari 415 kabupaten/kota dengan predikat tidak inovatif, pada tahun 2022.
“Peringkat kita naik menjadi 159 dengan kategori inovatif, dan pada tahun 2023 peringkat kita turun ke 325 atau kurang inovatif. Terakhir tahun 2024 kita masuk dalam peringkat 158 dari 415 Kabupaten dengan peringkat inovatif,” ujarnya.
“Naik turun peringkat menandakan penerapan inovasi di Kabupaten Gunung Mas belum konsisten. Iklim inovasi belum menjadi budaya di tempat kerja kita, dan mungkin kita belum sadar apa yang selama ini dilakukan adalah sebuah inovasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kita untuk menghadapi penilaian IGA Tahun 2025,” tambahnya.
Dia juga meminta kepada kepala perangkat daerah berkomitmen melaksanakan instruksi pada tahun 2023 yang berbunyi satu perangkat daerah satu inovasi setiap tahun, maka peserta kegiatan ini memiliki bahan yang memadai untuk melakukan penginputan pada aplikasi IGA.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Bapperida Kabupaten Gunung Mas, Pridledi mengatakan bahwa maksud dari penyelenggaraan kegiatan tersebut yaitu menyamakan persepsi tentang pentingnya inovasi pada perangkat daerah, dan mengakomodir progres pengisian data dukung inovasi daerah sebagai persiapan untuk pengisian inovasi daerah pada aplikasi IGA Kemendagri.
“Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah untuk inovator dan operator mengetahui dan memahami dalam melengkapi dokumen dan data dukung inovasi daerah sebagaimana yang ada pada indikator penilaian pada aplikasi IGA Kemendagri serta mendukung upaya dalam peningkatan penilaian indeks inovasi daerah yang mana merupakan salah satu indikator penilaian kinerja kunci dari kinerja pemerintah daerah,” tutupnya. (ale)












