PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah mempersiapkan pembangunan jalan khusus untuk angkutan industri perusahaan besar swasta (PBS). Langkah ini diambil guna mengatasi kerusakan jalan umum yang kerap dilintasi kendaraan berat, khususnya di jalur Palangka Raya–Gunung Mas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, menyampaikan bahwa pembangunan jalan khusus tersebut dikerjakan bersama sejumlah perusahaan swasta.
“Jalan khusus sedang dipersiapkan oleh pemerintah dengan beberapa perusahaan swasta. Oleh sebab itu, jalan khusus nanti bisa digunakan untuk angkutan industri baik perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Saya kira ini sebuah solusi yang bagus,” kata Juni, Sabtu 17 Mei 2025.
Pembangunan jalan khusus ini diperkirakan memakan waktu satu tahun dan ditargetkan rampung pada 2026. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan konstruksi fisik yang mencakup 44 box culvert dan satu jembatan besar yang membutuhkan penanganan serius.
“Kalau kita konstruksi sekarang Bulan Mei atau Juni, maka 2026 mudahan sudah selesai. Karena ada 44 boks dan satu jembatan yang agak besar sehingga itu yang memerlukan penanganan serius,” jelasnya.
Untuk ruas jalan lainnya di kawasan Jalan Palangka Raya–Gunung Mas, menurut Juni, tinggal dilakukan pemeliharaan, baik pada jalan maupun konstruksi jembatannya.
“Oleh sebab itu angkutan-angkutan industri silahkan melewati Jalan Gunung Mas–Palangka Raya, tetapi dengan tonase 8 ton ke bawah. Tidak dilarang untuk sementara karena masih tahap konstruksi (under construction),” tambahnya.
Ia menegaskan, proyek perbaikan jalan Palangka Raya–Gunung Mas upakan bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Kalteng sesuai visi dan misinya, sehingga pengerjaannya dilakukan secara intensif.
“Jadi pemerintah provinsi mengejar semua agar 100 hari target Pak Gubernur sesuai visi misinya dan kita berupaya bekerja keras mulai pagi sampai malam. Mudahan ini bisa ditargetkan sesuai dengan harapan,” pungkasnya.
(Syauqi)












