AKBP Resky Maulana Zulkarnain: Kota Sampit Harus Bebas dari aksi Premanisme

IST/BERITASAMPIT - Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, saat bersalaman dengan seluruh personelnya usai memimpin apel satuan tugas atau Satgas Premanisme.

SAMPIT – Kapolres Timur (Kotim) AKBP Resky Maulana Zulkarnain memimpin apel satuan tugas (Satgas) premanisme yang diikuti oleh para pejabat utama (PJU), perwira, ASN, serta personel Polres Kotim, jajaran Polsek Ketapang, Polsek Baamang dan Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya.

Dalam arahannya, AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan kepada seluruh personel Polres Kotim bahwa akhir-akhir ini ada ganguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Kamtibmas secara yang terkait dengan kegiatan mengatasnamakan ormas maupun  perorangan yang mengganggu Kamtibmas.

Pelaksanaan apel ini untuk kesiap siagaan menjaga Kamtibmas khususnya di wilayah Polres Kotim yang saat ini masih aman dan kondusif serta terkendali, tentunya situasi  seperti  ini harus tetap di jaga dengan tindakan preentif, preventif dan refresif.

“Jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan kepolisian dimanapun personel Polri berada, apabila mendapatkan situasi yang harus membuat tindakan lain yang tegas dan terukur, pertimbangkan dengan pengetahuan dan kemampuan di dasari profesioanlisme dan kemanusian,” kata Kapolres Kotim, Jumat 9 Mei 2025.

Kegiatan Satgas anti premanisme ini di laksanakan oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di seluruh wilayah, untuk merespon ancaman gangguan Kamtibmas yang membutuhkan penanganan yang komprehensif dan terkoordinasi.

Pria yang akrab disapa Resky itu mengingatkan kepada seluruh personel Polres Kotim dan jajaran Polsek untuk selalu merefleksi kan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta penegak .

“Sangat penting untuk menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan tegas namun humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya. (im)

baca juga ...  Polisi Selidiki Dua Laporan Kejahatan, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Selama Ramadan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!